DILI, 17 september 2024 (TATOLI)– Presiden Republik, José Ramos Horta, menunjuk aktivis lingkungan hidup India saat ini, Licypriya Kangujan sebagai Utusan Khusus Untuk Perubahan Iklim dan Duta Besar Niat Baik di Timor – Leste.
“Saya secara resmi menunjuk Licypriya Kangujam sebagai utusan Presiden Republik Timor-Leste untuk perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian. Oleh karena itu beliau adalah utusan Khusus dan Duta Niat Baik,” kata Kepala Negara dalam pidatonya di sekolah CAFE Taibesi, selasa ini.
Presiden Horta menyebutkan, meski usia Licypriya Kangujam masih muda (12 tahun), namun cara bicaranya seperti orang berusia 30 hingga 40 tahun ke atas, dengan kedewasaan dan kedalaman.
“Dia telah membangun sebuah bangunan di negaranya, yang didedikasikan untuk saya sebagai pusat ‘Ramos Horta untuk Perdamaian’, dengan empat lantai, suatu saat saya akan menuju ke sana untuk meresmikannya,” katanya.
Licypriya Kangujam juga membawa beberapa bantuan untuk sekolah dan siswa seperti proyektor, perlengkapan sekolah dan olahraga. Aktivis ini mulai berbicara di depan umum, melakukan advokasi, berkampanye tentang lingkungan hidup sejak ia berusia lima tahun dan ketika ia berusia enam tahun, ia mengorganisir gerakan lingkungan hidup.
“Saya berbicara dengan Licypriya Kangujam bertahun-tahun yang lalu melalui facebook (jejaring sosial). Saya tidak ingat tahun berapa, dan sambil tersenyum saya berkata akan memberi tahu Sekretaris Jenderal PBB untuk mengundang Licypriya Kangujam menjadi Penasihat di New York. Ketika Licypriya Kangujam melihat di facebook saya, dia menghubungi dan ini adalah kedua kalinya Licypriya Kangujam datang ke Timor-Leste, sebelumnya pada mei 2022 ketika saya dilantik sebagai Presiden Republik. Dia sudah tiga kali bertemu Paus Fransiskus, bertemu dengan Sekjen PBB dan dua kali juga mengikuti COP29 di Dubai,” ujarnya.
Mencari solusi terhadap permasalahan perubahan iklim
Di saat yang sama, aktivis muda India, Licypriya Kangujam, mengatakan, hari ini dirinya datang mengunjungi CAFE Taibesi karena diundang oleh Presiden Republik.
“Saya bekerja dengan Presiden José Ramos Horta selama dua tahun, di mana saya bekerja sebagai aktivis lingkungan. Nah, sebagai wakil, upaya apa yang saya lakukan untuk membantu lingkungan hidup di Timor-Leste. Jadi, saya menganggap Timor-Leste sebagai negara kedua dan India sebagai negara pertama. Di usia 12 tahun, saya sudah bisa menjadi aktivis. Jadi saya ingin membantu generasi muda dan pelajar di Timor-Leste,” ujarnya.
Aktivis lingkungan hidup ini berupaya mencari solusi terhadap permasalahan perubahan iklim di Timor-Leste. “Jadi tujuan penting saya adalah memfokuskan inisiatif relawan di Timor-Leste untuk membantu menghentikan masalah perubahan iklim. Jadi, dengan ini saya akan memiliki gedung di India yang merupakan pusat perdamaian, dinamai José Ramos Horta.,” jelasnya.
Dilain pihak, Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Horta yang telah mengundang aktivis muda ini untuk berbagi pengalamannya tentang lingkungan kepada mahasiswa.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Republik José Ramos Ramos karena dapat mengundang Licypriya yang menjadi aktivis lingkungan hidup dan selama hidupnya, dan dia sudah lima tahun menghadapi bencana alam, meskipun dia berpindah tempat tetapi dia masih mulai berpikir untuk melakukan Tindakan terhadap lingkungan hidup,” katanya.
Maka atas inisiatif aktivis lingkungan ini akan mengunjungi sekolah-sekolah di Dili dan juga akan mengunjungi sekolah-sekolah di kotamadya.
Menteri Dulce de Jesus mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Direktur Eksekutif Permakultur Timor Timur (PERMATIL), Ego Lemos, mengenai isu lingkungan hidup sejak tahun 2015, untuk mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran sekolah.
“Sekarang kita harapkan sekali lagi kepada para guru dan orang tua kita, untuk menerapkan praktek, mengajar saja tidak cukup, orang tua mengikutsertakan seluruh unit untuk memulai di tempat kita dan rumah tangga,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




