DILI, 19 juli 2024 (TATOLI)— Menteri Kabinet Dewan Menteri dan Juru Bicara dalam diskusi Greater Sunrise, Agio Pereira, bersama Perwakilan Khusus Australia untuk Proyek Greater Sunrise, Steve Bracks mengunjungi Ichthys LNG di Darwin Australia.
Berdasarkan siaran pers yang diakses Tatoli, disebutkan kedua utusan tersebut melakukan kunjungan lapangan bersama ke fasilitas pemrosesan LNG darat Ichthys di Bladin Point, dekat Darwin, di mana gas yang didinginkan dari Ladang Ichthys diubah menjadi cairan. Kunjungan ini dipandu oleh Chris Wilson, Wakil Presiden Senior Operasi INPEX.
“Tujuan dari kunjungan ini untuk melihat secara langsung fasilitas dan instalasi semua modul, yang sangat penting untuk semua proses, terutama LNG train 1 dan 2,” ungkap siaran pers tersbut.
Dalam kunjungan ke kilang LNG tersebut, pihak INPEX menyampaikan bahwa, mereka membutuhkan waktu maksimal enam tahun untuk memasang semua modul dan dapat beroperasi secara penuh, dengan total perkiraan biaya sebesar $40 miliar dolar.

Diketahui, Ichthys LNG merupakan perusahaan patungan antara perusahaan grup INPEX (operator), mitra utama Total Energies dan anak perusahaan CPC Corporation Taiwan, Osaka Gas, Kansai Electric Power, JERA, dan Toho Gas.
Tujuan dari pertemuan antara kedua utusan negara itu pun adalah untuk mengejar ketinggalan dan berbagi informasi dan pandangan yang tepat dalam peran mereka sebagai utusan Timor-Leste dan Australia dalam diskusi-diskusi Inisiasi Greater Sunrise, serta untuk mempertimbangkan apa yang akan terjadi di masa mendatang dan apa yang mungkin dapat mereka lakukan bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Steve Bracks menyebutkan kunjungannya baru-baru ini ke pantai selatan Timor-Leste dan berbagi pemikiran dan pandangannya tentang instalasi Suai Supply Base di masa depan.
Menteri Agio Pereira berterima kasih kepada Steve Bracks atas kunjungannya ke pantai selatan dan masyarakat yang berada di area proyek.
Menteri Agio menyatakan harapannya bahwa kedua perwakilan akan terus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang baik bagi kedua negara, Timor-Leste dan Australia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




