iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Parlemen Nasional setujui ratifikasi Perjanjian Subsidi Perikanan

Parlemen Nasional setujui ratifikasi Perjanjian Subsidi Perikanan

Anggota Parlemen Nasional menyetujui meratifikasi aksesi terhadap perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tentang Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies Agreement/FSA 2022). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 10 juli 2024 (TATOLI)— Parlemen Nasional (PN) menyetujui untuk meratifikasi aksesi terhadap perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tentang Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies Agreement/FSA 2022) yang ditandatangani di Jenewa pada 17 juni 2022.

Parlemen Nasional  telah menyetujui perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia  tentang Subsidi Perikanan dengan 57 suara setuju, dan tidak ada suara yang menolak dan abstain.

“Dengan demikian perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia tentang Subsidi Perikanan telah disetujui,”  kata Ketua Parlemen Nasional, Maria Fernanda Lay dalam sidang paripurna di Parlemen Nasional, Dili, rabu ini.

Dalam sidang pleno, Sekretaris Komisi B Parlemen Nasional yang  menangani urusan Luar Negeri, Pertahanan Dan Keamanan Nasional, Sancha Tilman, mengatakan perjanjian ini bertujuan untuk menghilangkan subsidi berbahaya yang berkontribusi pada penangkapan ikan yang berlebihan, serta penangkapan ikan ilegal, dan tidak diatur di laut.

“Penetapan perjanjian tersebut sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sumber daya kelautan global, mendorong praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab, dan melindungi lingkungan laut,” ujarnya.

Menurutnya, aksesi Timor-Leste pada Perjanjian Subsidi Perikanan menunjukkan komitmen yang jelas terhadap pelestarian sumber daya perikanan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, hal ini merupakan bagian integral dari komitmen Timor-Leste terhadap WTO dan prinsip-prinsipnya, serta memperkuat posisi negara di dunia internasional dan mendorong sistem perdagangan yang adil dan merata.

“Pentingnya perjanjian ini bagi Timor-Leste, tidak hanya dalam hal kelestarian lingkungan, namun juga untuk memperkuat sektor perikanan nasional. Implementasi perjanjian ini akan mendorong lingkungan yang lebih menarik bagi investasi asing di sektor ini, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” paparnya.

Sementara, Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay mengatakan tujuan utama ratifikasi perjanjian ini untuk melindungi Laut Timor-Leste, dan juga mencegah penangkapan ikan secara ilegal.

“Setelah meratifikasi perjanjian ini di Parlemen Nasional, saya akan menyampaikan hal ini ke Jenewa untuk melanjutkan proses penuh dari aksesi kita di WTO,”  Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuady Lay di PN.

Laman Wikipedia disebutkan bahwa kesepakatan Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies Agreement/FSA) disepakati bersama pada  Konferensi Tingkat Menteri ke-12 (MC12) pada juni 2022. Dimana, WTO mengadopsi kesepakatan subsidi perikanan (Fisheries Subsidies Agreement/FSA) yang perlu diratifikasi oleh dua pertiga dari 164 anggota WTO agar bisa diimplementasikan. Sejak awal 2023, tercatat sudah 14 negara termasuk China, Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat secara resmi menerima kesepakatan tersebut. 

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!