DILI, 31 januari 2024 (TATOLI)— Komandan Unit Polisi Perbatasan (UPF), Euclides Belo mengakui sampai aat ini UPF masih kekurangan personil untuk mengamankan wilayah perbatasan darat antara Indonesia dan Timor-Leste.
“Dari UPF juga kekurangan personil, saat ini kami terus berupaya dengan lebih dari 300 personil UPF yang ada di wilayah perbatasan, kebutuhan untuk perbatasan ini tidak terbatas dan harus capai 750 personil,” ungkap Euclides Belo pada Tatoli secara eksklusif.
Ia menjelaskan situasi yang sama tidak hanya dialami oleh UPF tetapi bagian Beacukai yang memberikan pelayanan di perbatasan, dan untuk menambah personil UPF sepenuhnya tergantung pada Pemerintah melalui Kementerian Dalama Negeri dan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL).
Berita terkait : Masih ada pelintas batas ilegal, Layanan Migrasi klaim kurangnya anggota UPF
Saat ini UPF memiliki satu markas utama, tiga markas gabungan serta 48 pos jaga yang terletak di tiga daerah perbatasan seperti Bobonaro, Covalima dan RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oe-cusse Ambeno).
“Selain menunggu personil baru, kita juga sedang menunggu pembangunan untuk enam pos baru sejak 2023 yang belum selesai seperti di Motain, Salele, Tunu Bibi, Sakato, Oesilo dan Citrana,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Francisco da Costa Guterres menegaskan keinginan Pemerintah untuk menambah anggota PNTL pada tahun 2024.
“Kita sudah memiliki rencana untuk melakukan perekrutan tetapi masih mendiskusiukan kriteria dan pembahasan teknik lainnya,” katanya.
Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2024, PNTL dialokasikan dana lebih dari $36 juta. Ini juga sudah termasuk dana untuk UPM (Unit Polisi Maritim), UEP (Unit Polisi Khusus) serta UPF.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




