iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE, PENDIDIKAN

UNFPA dukung alat simulasi persalinan ke tiga Universitas Kebidanan di Timor-Leste

UNFPA dukung alat simulasi persalinan ke tiga Universitas Kebidanan di Timor-Leste

Perwakilan UNFPA dan seorang dosen sedang menunjukan atraksi bagaimana menggunakan manekin. Atraksi dilakukan di kampus UNTL, jumat (26/01). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 26 januari 2024 (TATOLI)— Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNFPA), hari ini  menyerahkan peralatan simulasi  manekin (boneka yang merepresentasikan sosok manusia) kepada tiga Universitas kebidanan di Timor-Leste.

Tiga universitas kebidanan yang menerima dukungan peralatan simulasi manekin yang dinamakan ‘Mama Birthie’ dan ‘Mama Natalie’ itu  kepada Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL),  Instituto Ciências da Saúde (ICS), dan Instituto Superior Cristal (ISC).

Perwakilan UNFPA di Timor-Leste, Pressia Arifin-Cabo, dalam sambutannya pada acara penyerahan dukungan bantuan itu, menekankan pada mahasiswa untuk bekerjasama untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir di negara ini.

“Bidan dan orang-orang yang mempunyai keterampilan kebidanan merupakan pengasuh utama bagi perempuan dan bayi baru lahir, selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan pasca melahirkan. Mereka tidak hanya membantu persalinan, namun para bidan yang terlatih dapat memberikan informasi kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif dan layanan, sehingga dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan komunitas,” kata Pressia Arifin-Cabo, dalam acara  serah terima yang dilakukan di kampus  UNTL, Dili, jumat ini.

UNFPA berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan kebidanan di Timor-Leste melalui pengembangan kurikulum, pelatihan keterampilan, penyediaan peralatan dasar, perlengkapan medis dan non-medis untuk laboratorium keterampilan kebidanan, serta mendukung Asosiasi Kebidanan Nasional.

Berdasarkan temuan Survei Demografi Kesehatan tahun 2016, angka kematian ibu di Timor-Leste  mencapai 195 per 100.000, sedangkan angka kematian bayi adalah 30 per 1.000 kelahiran hidup. Sehingga UNFPA memastikan bahwa bidan terlatih dengan baik dan memiliki keterampilan yang memadai, dan dapat menangani komplikasi selama persalinan, merupakan kunci dalam menurunkan indikator-indikator tersebut.

Ditempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan UNTL, Profesor Hélio Augusto da Costa Xavier, mewakili tiga universitas kebidanan, mengucapkan terima kasihnya kepada UNFPA atas dukungannya yang konsisten terhadap peningkatan pendidikan dan pelatihan kebidanan.

“Kami menyampaikan penghargaan yang tulus kepada UNFPA atas dukungan berkelanjutan yang diberikan kepada tiga sekolah Pendidikan Tinggi kebidanan. Kami berterima kasih tidak hanya atas kontribusi hari ini tetapi juga atas dukungan mereka di tahun-tahun sebelumnya, termasuk pelatihan dosen dan penyediaan peralatan penting. Dengan dukungan yang tak tergoyahkan, kami dapat menghasilkan bidan yang berketerampilan tinggi untuk bangsa kita,”tuturnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (MESSK), José Honório da Costa Pereira Jerónimo, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Konstitusi ke-IX akan menjaga kerjasama dengan mitra, terutama dengan UNFPA, untuk meningkatkan standar Pendidikan Tinggi kebidanan di Timor-Leste pada tahun selaras dengan tujuan yang diuraikan dalam Rencana Strategis Nasional tahun 2030.

“Atas nama Pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada UNFPA atas dukungan mereka. Pemerintah ke-IX tetap teguh dalam komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di seluruh negeri,” ujar Menteri José Honório.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!