iklan

HUKUM, HEADLINE

PM Xanana usulkan dua nama calon Ketua Komisaris KAK

PM Xanana usulkan dua nama calon Ketua Komisaris KAK

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto Tatoli/Egas Cristóvão

DILI, 14 september 2023 (TATOLI)— Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão  mengajukan dua nama calon Ketua Komisaris Komisi Pemberantasan Korupsi  (KAK) yang telah disetujui dalam rapat Dewan Menteri, rabu ini.  

Rancangan usukan Resolusi Parlemen Nasional tersebut diajukan oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, dengan mengajukan dua nama calon Ketua Komisaris KAK. Kedua nama tersebut adalah,  Sergio de Jesus Fernandes da Costa Hornai dan Rui Pereira dos Santos. Dua nama itu akan diajukan ke Parlemen Nasional.

“Sesuai dengan undang-undang yang berlaku saat ini, nama-nama yang diusulkan oleh pemerintah akan dianalisa dan dipilih oleh Parlemen Nasional,” ungkap siaran pers yang diakses Tatoli, kamis ini.

Disebutkan, pengangkatan Ketua Komisaris KAK baru akan membutuhkan mayoritas suara mutlak dari para wakil rakyat yang hadir, dan yang mewakili setidaknya tiga perempat dari para wakil rakyat yang sedang menjabat.

Sérgio de Jesus Fernandes da Costa Hornai adalah seorang pengacara Timor-Leste. Dari tahun 2007 hingga 2013, Hornai adalah Komisaris Komisi Pemilihan Umum Nasional (CNE).

Pada tanggal 22 Mei 2009, Sérgio diangkat sebagai Pembela Umum (Defensor Público Geral) oleh Pengadilan Tinggi dan memegang jabatan tersebut hingga tahun 2018. Pada tahun 2012, Parlemen Nasional Timor Leste menunjuknya sebagai anggota Dewan Negara untuk masa jabatan lima tahun.

Pada tanggal 15 Januari 2019, Parlemen memilih Sérgio sebagai Ketua Komisaris baru KAK dengan 42 suara, 13 suara menolak dan  dua suara abstain. Upacara pengambilan sumpah jabatannya dilakukan pada tanggal 21 Januari. Pada tahun 2012, Ia menerima medali Ordem de Timor-Leste.

Selain itu, Rui Pereira dos Santos  adalah seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia di Timor-Leste. Sejak 2016, ia menjabat sebagai wakil Komisaris KAK.

Rui meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga, Jawa Tengah, pada tahun 1996. Awalnya bekerja sebagai pengacara untuk Asosiasi HAK, sebagai konsultan untuk lembaga-lembaga publik dan sebagai dosen di Universidade da Paz (UNPAZ).

Ia kemudian menjadi hakim di Pengadilan Distrik Dili dan komisioner Komisi Kebenaran dan Persahabatan, yang menangani kejahatan tahun 1999 dari tahun 2005 sampai 2008. Pada bulan April 2010, Rui diangkat sebagai Wakil Ombudsman Hak Asasi Manusia dan Keadilan (PDHJ) oleh Parlemen Nasional Timor-Leste.

Pada tanggal 03 februari 2016, Rui ditunjuk oleh pemerintah sebagai anggota Dewan Tertinggi Kejaksaan, menggantikan José Neves sebagai deputi Komisaris KAK pada bulan Juli 2016. Pada tahun 2019, Rui menjadi penasihat Komisi Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Kesetaraan Gender (Komisi F) Parlemen Nasional Timor-Leste. 

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!