DILI, 25 agustus 2023 (TATOLI)— Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão membuka peluncuran Expo Grafis Tais Timor 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda. Dalam peluncuran, Xanana mengatakan Tais adalah simbol warisan adat dan identitas Timor-Leste.
Pameran Expo Grafis Tais Timor 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda, diselenggara oleh Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK) di kantor SEAK, Pantai Kelapa, Dili, jumat ini.
Dalam peluncuran tersebut, PM Xanana menyerukan kepada kaum muda Timor-Leste untuk menghormati Tais sebagai simbol warisan adat dan mewakili identitas Timor-Leste, dan tidak boleh melupakan akar dan keaslian budaya Timor-Leste.

Pertunjukan dalam peluncuran Expo Grafis Tais Timor 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda di Pantai Kelapa, Dili, jumat (25/08). Foto TATOLI/Antonio Daciparu
PM Xanana juga menekankan pentingnya inisiatif ini, karena nilai masa depan yang utama adalah untuk menanamkan dalam benak generasi baru kesadaran untuk terus melestarikan, menghargai, dan mencintai asal-usul budaya negara.
Berita terkait : Pemerintah dan Mitra rayakan peresmian Tais sebagai Warisan dan Budaya Takbenda UNESCO
“Saya mengucapkan selamat kepada semua orang yang berpartisipasi dalam inisiatif ini. Saya berterima kasih kepada para mitra seperti UNESCO, Yayasan ALOLA, Timor Aids, dan mitra-mitra lain yang datang dari luar negeri untuk membantu kami. Kami bangga mempromosikan dan melestarikan tradisi kami melalui Tais,” ucap Xanana Gusmão dalam sambutannya pada upacara pembukaan Pameran Expo Grafis Tais, di Pantai Kepala, Dili.
Dikatakan, Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan Tais Timor-Leste sebagai cinderamata dan seni asli lainnya untuk dipromosikan di tingkat internasional.
Xanana mengatakan bahwa Yayasan ALOLA memprakarsai tanggung jawab kelompok perempuan Timor untuk menenun Tais dan memperkenalkannya kepada masyarakat Timor untuk terus mempromosikan dan melestarikan Tais.
Sementara, Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya, Jorge Soares Cristóvão mengatakan Tais Timor-Leste merupakan warisan dunia yang harus dilindungi dan dilestarikan.
“Ini adalah upaya besar untuk membawa Tais Timor-Leste sebagai warisan budaya. Timor-Leste yang diakui sebagai anggota aktif UNESCO,” katanya.
Berita terkait : Pemerintah Timor-Leste putuskan 14 desember sebagai Hari Tais Nasional
UNESCO telah mengakui Tais sebagai warisan budaya baik materiil maupun immateriil karena merupakan warisan abadi para leluhur Timor- Leste.

Pameran tersebut merupakan pameran yang digelar tiga hari dalam seminggu, yaitu pada rabu, jumat dan sabtu, di sekitar gedung SEAK di Pantai Kelapa, Dili.
Pameran tersebut bertujuan untuk menjadi katalisator bagi masyarakat untuk meneliti, mempromosikan, dan menjaga warisan budaya yang diwariskan para leluhur.
Berita terkait : Pengakuan Tais tingkatkan daya tarik minat wisatawan
Sebelumnya, pada 14 desember 2021, UNESCO telah mengakui kain tradisional, Tais, sebagai warisan budaya takbenda yang sangat membutuhkan perlindungan.
Reporter : José Belarmino De Sá
Editor : Rafael Belo (Penerjemah : Armandina Moniz)




