iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, LAUTÉM

WHO dan Kemenkes luncurkan Pusat Operasi Darurat Kesehatan di Lautem

WHO dan Kemenkes luncurkan Pusat Operasi Darurat Kesehatan di Lautem

Wakil Menteri Kesehatan, Flávio Brandão didampingi Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur sedang memotong pita tanda peresmian Pusat Operasi Darurat Kesehatan (H-OPC), di Kotamadya Lautem. Foto Tatoli/ Filomeno Martins

LAUTEM, 22 juli 2023 (TATOLI)— Kementerian Kesehatan bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Layanan Ambulans dan Medis Darurat Nasional (SNAEM) meluncurkan Pusat Operasi Darurat Kesehatan (H-OPC), di Kotamadya Lautem.

Pusat Operasi Darurat Kesehatan (H-OPC) tersebut akan berfungsi sebagai pusat koordinasi persiapan, tanggapan, dan pemulihan dari masalah darurat kesehatan masyarakat.

Menteri Kesehatan, Élia dos Reis Amaral mengatakan H-OPC juga akan berfungsi sebagai pusat koordinasi sumber daya dan informasi untuk mendukung tindakan tanggap darurat kesehatan masyarakat dan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan terkait.

“Hanya jika terjadi keadaan darurat publik, seperti bencana alam, semua pemangku kepentingan termasuk Kementerian Kesehatan, WHO, dan SNAEM akan bekerja sama melalui H-OPC untuk mengambil tindakan tanggapan segera,” kata Menteri Élia dos Reis Amaral di Lautem.

Ia menyoroti bahwa H-OPC tidak hanya mempersiapkan dan menanggapi keadaan darurat, tetapi juga memindahkan pasien dari Puskesmas ke rumah sakit Rujukan atau Rumah Sakit Nasional.

“Bersama dua wakil menteri kesehatan dan saya berencana untuk mendirikan Pusat Operasi Darurat Kesehatan yang sama di kotamadya lain,” kata Menteri Élia dos Reis Amaral.

H-OPC yang sama sebelumnya juga telah didirikan di kotamadya Dili, Ainaro, dan RAEOA (Daerah Spesial Oecusse Ambeno).

Dilain pihak, Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur mengatakan bahwa H-OPC sebenarnya adalah tempat dimana tim Lautem dapat terhubung langsung dengan Kemenkes, WHO, SNAEM dan H-OPC lainnya di Dili, Ainaro, dan RAEOA.

“Jadi jika terjadi keadaan darurat di Lautem, misalnya terjadi bencana seperti tanah longsor, banjir, atau kecelakaan besar, tim harus berdiskusi dan mendapat dukungan dari H-OPC lainnya bersama dengan Kementerian Kesehatan, dan WHO.  Ada fasilitas video conference, internet, dan peralatan lain yang disediakan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan tanggap darurat,” jelas Mathur.

Dikatakan ini adalah mekanisme yang digunakan WHO untuk mendukung SNAEM agar lebih siap menghadapi bencana alam dan darurat kesehatan apa pun.

Sementara, Direktur Jenderal SNAEM, Horácio da Costa Sarmento mengatakan pemasangan H-OPC di Lautem didukung penuh oleh WHO-Timor-Leste.

“Kami berharap H-OPC yang sama akan didirikan di  semua kotamadya di negara ini,” harapnya. 

Reporter : Filomeno Martins (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor      : Nelia Borges

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!