iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

Sekjen g7+ berbicara tentang pembangunan dan perdamaian dalam pertemuan PBB

Sekjen g7+ berbicara tentang pembangunan dan perdamaian dalam pertemuan PBB

Sekretaris Jenderal g7+ Dr. Helder da Costa. Foto spesial

DILI, 31 mei 2023 (TATOLI)— Sekretaris Jenderal (Sekjen) g7+ Dr. Helder da Costa menjadi pembicara  dalam pertemuan  tentang ‘Mempromosikan Agenda Baru PBB untuk Perdamaian’ (Promoting the United Nations’ New Agenda for Peace) di sela-sela Konferensi SDG 16 pada 30 mei di Roma, Italia.

Berdasarkan siaran pers yang diakses Tatoli, menyebutkan acara tersebut  diselenggarakan oleh UNDESA (Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa), IDLO (Organisasi Hukum Pembangunan Internasional) bersama Pemerintah Italia. 

Sekjen g7+ Helder yang diundang untuk berbicara dalam untuk membagi pengalaman  dalam intervensinya,mengatakan pembangunan perdamaian, sangat penting dengan mempromosikan kerjasama. Serta pentingnya SDG16 untuk membangun dan mempertahankan perdamaian.

Ia menekankan gagasan bahwa,  tidak ada pembangunan tanpa perdamaian dan tidak ada perdamaian tanpa pembangunan ditambah dengan lembaga negara yang efektif untuk mewujudkannya.

Sekjen g7+ menggarisbawahi bahwa agenda perdamaian dan pembangunan negara hanya bisa berakar kuat ketika dikejar dalam konteks nasional.  Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kekuatan peer learning (pembelajaran teman sebaya) di antara negara-negara yang mengalami konflik di selatan global sangat penting.

Pengalaman g7+ dalam berbagi pengetahuan dan praktik baik di bawah program unggulan kerja sama F2F (fragile to fragile) di tiga area utama yaitu, pertama, perdamaian, rekonsiliasi dan Keadilan. Kedua, pengelolaan sumber daya alam dan ketiga memantau pemilu di negara-negara g7+.

“Karena dunia sedang melalui fase paling bergejolak sejak Perang Dunia II. Jadi, perdamaian menjadi ekuitas yang sangat berharga. Karena itu, dia menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai upaya terakhir untuk cara diplomatik dan damai untuk masalah kita,” katanya.

Ia menyimpulkan bahwa menghormati suara dan perspektif selatan global dan khususnya konflik dunia mempengaruhi negara-negara sangat penting dalam mempertahankan perdamaian global.

Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta di seluruh dunia yang mempertemukan para pembuat kebijakan, politisi, anggota parlemen, praktisi pembangunan, masyarakat sipil dan perwakilan pemerintah dari negara maju dan negara berkembang.

Hasil konferensi akan disampaikan sebagai masukan pada Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan yang akan diselenggarakan pada bulan juli mendatang di New York. 

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor        : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!