DILI, 20 februari 2023 (TATOLI)— Pemerintah Brasil melalui Duta Besarnya (Dubes) di Timor-Leste (TL), Maurício Medeiros de Assis menyampaikan tawaran untuk berinvestasi pada bidang industri farmasi di negara ini.
Hal tersebut disampaikan, Dubes Maurício Medeiros de Assis kepada wartawan usai bertemu Presiden Republik, José Ramos Horta, di Istana Kepresidenan, Bairo Pite, Dili.
Dubes Maurício Medeiros de Assis mengatakan, dukungan investasi tersebut bukan hanya di sektor industri namun juga untuk pembangunan ekonomi di negara ini.
“Hari ini saya bertemu Presiden dan membahas tentang kemungkinan bisa membawa investor dari Brasil untuk berinvestasi di sektor industri untuk TL, khususnya mendirikan pabrik obat-obatan,” kata Dubes Brasil.
Menurutnya, pabrik obat adalah hal yang mendasar untuk melayani jaringan kesehatan masyarakat, dan juga dapat di ekspor ke luar negeri dan mengurangi jumlah obat yang diimpor.
“Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva memiliki kepentingan yang lebih besar dalam kerjasama dengan TL. Kami memiliki industri Farmasi yang sangat maju di Brasil termasuk entitas sektor publik seperti Yayasan Oswaldo Cruz, yang bertanggung jawab untuk memproduksi vaksin di Brasil,” ujarnya.
Maurício de Assis mengatakan, selama pertemuan membicarakan hasil dari dua proyek yang dilaksanakan atas kerjasama Badan Kerjasama Brasil (ABC). Selain itu juga dibicarakan tentang kerjasama dengan Pusat Pelatihan Profesional Nasional Becora (SENAI-Tetun) dan yang lainnya dengan Sekretariat Negara urusan Koperasi (SEKoop).
Dubes itu juga menambahkan bahwa Pemerintah Brasil bermaksud untuk melanjutkan pelatihan di SENAI, khususnya di bidang baru yaitu mekanik otomotif.
“Proyek tersebut sudah dinegosiasikan dengan ABC dan dalam beberapa minggu mendatang harus diresmikan oleh kedua Pemerintah,” jelasnya.
ABC telah hadir di Timor-Leste selama lebih dari 20 tahun, dengan berinvestasi di bidang-bidang seperti pelatihan profesional, keadilan, budaya, ekonomi, pertanian, pendidikan, dan lainnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




