DILI, 04 Januari 2023 (TATOLI)— Penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 hingga sabtu, 31 desember 2022 ini telah mencapai $1,74, miliar dari jumlah total revisi APBN sebesar $2,2 miliar.
Berdasarkan siaran pers yang diakses Tatoli, sebesar $1,74 miliar merupakan jumlah paling tinggi dalam sejarah Timor-Leste, sejak restorasi kemerdekaan negara dan hampir melebihi penggunaan APBN tahun 2016, dimana pemerintah telah menggunakan sebesar $1,63 miliar.
Sementara, pada 2017, 2018 dan 2020, TL mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif, dan itu dampak dari kebuntutan politik dengan jangka panjang, ditambah pandemi COVID-19 dan efek dari perubahan iklim, yang membuat ekonomi jatuh pada 8,3% di tahun 2020.
Namun, pada 2021, ekonomi TL mulai meningkat dengan pertumbuhan yang positif yakni 2,9%. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi tersebut karena Pemerintah Konstitusi ke- VIII, mengambil langkah terpenting dengan mendukung beberapa program seperti, moratorium kredit, pembebasan biaya sekolah bagi perguruan, subsidi internet, membeli produk makanan lokal, membiayai operasi pusat integrasi manajemen krisis, pembayaran pekerja frontline, termasuk pembayaran Cesta Basica.
Langkah- langkah itu diambil pemerintah dengan tujuan untuk membantu situasi ekonomi sosial dan ekonomi perusahaan, pekerja, keluarga dan pemulihan ekonomi dalam negeri.
Selama dua tahun terakhir, pelaksanaan penggunaan APBN juga berjalan lancar, karena stabilitas politik pemerintah yang menyetujui kerangka hukum APBN dan manajemen keuangan publik dan dekret pemerintah tentang penggunaan APBN untuk memfasilitas penggunaan APBN 2022.
Sementara pada 2021, Pemerintah menggunakan APBN senilai $1,44 miliar. Ini merupakan penggunaan terbaik kedua sejak tahun 2016, meskipun Pemerintah menetapkan berbagai pembatasan karena Pandemi COVID-19, banjir pada 04 april akibat perubahan iklim.
Dengan penggunaan APBN yang tinggi selama dua tahun terakhir, menunjukan bahwa kapasitas penggunaan anggaran di kementerian juga meningkat.
Jika stabilitas politik dan pemerintah dengan ritme anggaran dan pertumbuhan seperti ini, maka ekonomi TL dapat di pulihkan pada 2024, dan negara ini akan menjadi target pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




