iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN

WHO : Prematuritas jadi penyebab utama kematian anak

WHO : Prematuritas jadi penyebab utama kematian anak

Direktur Jenderal WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto google

DILI, 17 november 2022 (TATOLI)— Direktur Jenderal WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, prematuritas (Prematur) menjadi penyebab utama mengakibatkan kematian pada anak.

Hal itu dikatakan, Direktur Jenderal WHO Tedros dalam Peringatan Hari  Prematuritas Sedunia  yang jatuh pada 17 november. Hari Prematur Sedunia atau World Prematurity Day merupakan perayaan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal bayi yang lahir dini atau secara prematur.

Dikatakan, Prematuritas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Setiap tahun, diperkirakan 15 juta bayi lahir prematur, lebih dari satu (1) dari sepuluh (10) kelahiran di seluruh dunia, dan angka yang lebih tinggi lagi  yaitu lebih dari 20 juta bayi  memiliki berat lahir rendah.

Foto google

“Angka ini meningkat, dan prematuritas sekarang menjadi penyebab utama kematian anak di bawah umur lima (5) tahun,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam laman resmi WHO yang diakses Tatoli.

Tergantung di mana mereka dilahirkan, masih ada perbedaan yang signifikan dalam peluang bayi prematur untuk bertahan hidup. Sementara sebagian besar lahir pada atau setelah 28 minggu di negara-negara berpenghasilan tinggi terus bertahan hidup, di negara-negara miskin tingkat kelangsungan hidup bisa serendah 10%.

WHO pada 15 november telah meluncurkan pedoman baru untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan hasil kesehatan bagi bayi yang lahir lebih awal (sebelum 37 minggu kehamilan) atau kecil (di bawah 2,5kg saat lahir).

Pedoman tersebut memberikan rekomendasi untuk memastikan dukungan emosional, finansial, dan tempat kerja bagi keluarga dengan bayi yang sangat kecil dan prematur, yang dapat menghadapi stres dan kesulitan luar biasa karena tuntutan pengasuhan yang intensif dan kecemasan seputar kesehatan bayi mereka.

“Bayi prematur dapat bertahan hidup, berkembang, dan mengubah dunia. Jadi,  setiap bayi harus diberi kesempatan tersebut,” ucapnya.

Ia menyebutkan panduan ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil untuk bayi mungil ini tidak selalu tentang memberikan solusi paling canggih, tetapi memastikan akses ke perawatan kesehatan esensial yang berpusat pada kebutuhan keluarga.

Sebagian besar bayi prematur dapat diselamatkan melalui tindakan yang layak dan hemat biaya termasuk perawatan berkualitas sebelum, selama dan setelah melahirkan, pencegahan dan pengelolaan infeksi umum.

“Pelukan pertama dengan orang tua tidak hanya penting secara emosional, tetapi juga sangat penting untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup dan hasil kesehatan bagi bayi kecil dengan lahir secara prematur,” kata Karen Edmond seorang Petugas Medis untuk Kesehatan Bayi Baru Lahir di WHO.

Dikatakan,  bayi prematur kekurangan lemak tubuh, banyak yang mengalami masalah dalam mengatur suhu tubuh mereka sendiri saat lahir, dan seringkali membutuhkan bantuan medis untuk bernapas.

Untuk bayi-bayi ini, rekomendasi sebelumnya adalah periode awal pemisahan dari pengasuh utama mereka, dengan bayi pertama kali distabilkan dalam inkubator atau penghangat. Ini akan memakan waktu rata-rata, sekitar 3-7 hari.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!