DILI, 22 september 2022 (TATOLI)—Pemerintah Timor-Leste (TL) melalui Kementerian Pertanian dan Perikanan (MAP) dan Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) meluncurkan program TOMAK (To’os ba Moris Di’ak) tahap ke-II. Program itu untuk lebih meningkatkan kualitas produksi pertanian di Kotamadya, Baucau, Bobonaro dan Viqueque.
Perwakilan Duta Besar Australia untuk TL, Charge d’Affaires Suzy Wilson mengatakan, pemerintahnya melalui DFAT mendukung program itu dengan dana AUD 50 juta (dolar Australia). Program tersebut akan berjalan selama sepuluh (10) tahun terhitung dari 2016 hingga 2026.
“Proyek TOMAK untuk tahap ke-II, mendukung para petani untuk memproduksi sayuran dengan kualitas tinggi, agar dapat mendukung nutrisi pada masyarakat,” kata Suzy Wilson pada wartawan di City 8 Manleuana Dili, kamis ini.
Sementara, Program TOMAK tahap ke-I telah dilaksanakan di 83 desa di tiga kotamadya tersebut. Sementara, program tahap ke-II akan dilanjutkan ke semua desa.
Dikatakan, untuk tahap ke-II ini, DFAT mengalokasikan anggaran senilai AUD $20 juta terhitung dari tahun 2022 hingga 2026, sebelumnya pada tahap ke-I telah mengalokasikan dana sebesar AUD 30 juta (dolar Australia) untuk tahun 2016-2022. Jadi, bantuan anggaran dari DFAT untuk program TOMAK sebesar AUD $50 juta selama sepuluh tahun.
Sementara, Wakil Menteri MAP, Abilio Xavier do Araujo mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama dengan mitra pembangunan khususnya, Dubes Australia.
“ Program TOMAK dikembangkan bersama dengan masyarakat lokal yang bekerjasama dengan MAP dan mempunyai perubahan, khususnya pada produksi kuantitas dan berkualiatas,” katanya.
TOMAK merupakan program dari Pemerintah Australia yang berdurasi sepuluh tahun. Tujuannya, untuk memperbaiki sistem pangan pada masyarakat pedesaan di Timor-Leste, melalui aktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Program TOMAK, dilaksanakan bersama dengan partner seperti Pemerintah Timor-Lete dan juga mitra pembangunan serta sektor privadi.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz