iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE

UE dan WHO dukung obat dan peralatan ICU untuk Kemenkes

UE dan WHO dukung obat dan peralatan ICU untuk Kemenkes

Menteri Kesehatan, Odete Freitas Belo bersama Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Andrew Jacobs dan Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur melihat langsung bantuan yang diberikan di SAMES, Dili. Foto Kementerian Kesehatan

DILI, 12 juli 2021 (TATOLI) – Uni Eropa (UE) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO-inggris) mendukung  221 unit obat-obatan dan peralatan untuk  Intensive Care Unit (ICU) kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Peralatan tersebut  akan  didistribusikan ke rumah sakit rujukan demi menangani kasus dalam keadaan kritis.

Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Andrew Jacobs, mengatakan pihaknya, telah berkontribusi secara finansial dan teknis untuk Kemenkes.

“Peralatan dan obat-obatan akan membantu pelayanan kesehatan. Penyediaan pelayanan kesehatan berkualitas akan ada apabila tersedia peralatan dan obat-obatan yang memadai”, ujar Dubes Andrew Jacobs, di  Kampung Alor, senin ini.

Menurut Diplomat itu, dukungan para mitra akan menyelamatkan kehidupan manusia, menjamin kehidupan yang sehat dan ekonomi yang berkelanjutan. Ia mendorong Kemenkes untuk meningkatkan tingkat vaksinasi terhadap COVID-19. Karena, pandemi tidak akan pernah punah.

Dilain pihak Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur, mengatakan peralatan dan obat-obatan memungkinkan untuk merawat pasien dalam keadaan kondisi kritis.

“Penting bagi negara untuk memasang ICU untuk merawat pasien COVID-19 dan penyakit lainnya”, tegasnya.

Arvind Mathur menyebutkan, WHO telah memperoleh 116 jenis obat habis pakai, 53 peralatan operasi untuk dokter demi merawat pasien kritis dan sepuluh tempat tidur untuk pasien.

Peralatan juga termasuk ventilator portabel, ventilator non-invasif, konsentrator oksigen, oksimeter pulsa, oksigen hidung, instrumen bedah, stasiun anestesi canggih, antibiotik, inkubator bayi, dan lainnya.

Dilain pihak, Menteri Kesehatan, Odete Freitas Belo, mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dari mitra, terutama Uni Eropa dan WHO melalui layanan kerjasama.

“Rumah sakit rujukan tidak memiliki ruang dan ICU, sehingga mereka mengirim pasien ke Dili. Rumah sakit nasional tidak memiliki peralatan yang memadai jadi ini akan sangat membantu kita”, ucapnya.

Dukungan ini adalah hasil dari proyek kerja sama Kemenkes, Komisi Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa dan WHO yang telah dimulai tahun lalu. Uni Eropa telah mengalokasikan $1 juta untuk pembelian obat-obatan dan peralatan.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!