iklan

INTERNASIONAL, PENDIDIKAN

Proyek UE PROCULTURA PALOP-TL: 150 peserta selesaikan pelatihan pedagogi  

Proyek UE PROCULTURA PALOP-TL: 150 peserta selesaikan pelatihan pedagogi  

Para guru dan mahasiswa UNTL dalam acara penerimaan sertifikat untuk kursus pedagogi dan didaktik dalam sastra anak-anak. Foto spesial

DILI, 14 mei 2022 (TATOLI)– Proyek Uni Eropa (UE) PROCULTURA PALOP-Timor-Leste (TL) menutup siklus kursus pedagogi dan didaktik dalam sastra anak-anak dengan memberikan sertifikat kepada  150 lebih peserta pelatihan di TL.

Proyek Uni Eropa PROCULTURA PALOP-TL, pada   14 Mei 2022, mengadakan penutupan pelatihan dengan menyerahkan  sertifikat kepada mahasiswa Fakultas Pendidikan, Seni dan Humaniora Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL).

Selain itu, sertifikat juga diberikan kepada para guru dari Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olahraga (MEJD) yang mengikuti kursus pedagogi dan didaktik sastra anak, serta pelatihan pemanfaatan sastra sebagai sumber belajar-mengajar, dengan menciptakan pembaca baru.

Kursus yang diberikan itu dimulai pada tanggal 4 April. Tujuannya, untuk melatih total 70 peserta, diantaranya 30 guru dari Departemen Bahasa Portugis dan Departemen Keguruan Pendidikan Dasar Fakultas Pendidikan, Seni dan Humaniora dan  40 mahasiwa  dari UNTL departamen  pendidikan   bahasa Portugis.

Sementara itu, kursus yang diberikan kepada guru dari Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, dimulai pada tanggal 9 April. Tujuannya, melatih 30 guru non-pendidikan tinggi dalam sistem pendidikan publik, yang meliputi guru dari enam kotamadya seperti Aileu, Baucau, Dili, Ermera, Liquiçá dan Manatuto.

“Acara tersebut menutup siklus empat  mata kuliah pedagogi dan didaktik sastra anak yang dilaksanakan oleh PROCULTURA di Timor-Leste,” ungkap siaran pers yang diakes Tatoli.

Aksi ini mencakup total lebih dari 150 penerima manfaat, termasuk 53 pelatih dari Institut Nasional untuk Pelatihan Guru dan Profesional Pendidikan di Timor-Leste, INFORDEPE, 30 guru dari Fakultas Pendidikan Seni dan Humaniora, 40 mahasiswa dari tahun keempat Gelar dalam Pendidikan  Pelatihan guru dan Pengajaran Bahasa Portugis, serta 30 guru dari Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Manuela Bairos, Duta Besar Portugal mengatakan program tersebut adalah inisiatif pelatihan khusus pertama di bidang sastra anak-anak sebagai sumber daya didaktik-pedagogis di Timor-Leste, yang diajarkan dalam bahasa Portugis.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menerima, di Pusat Kebudayaan Portugis ini. Tindakan seperti ini, yang berkontribusi pada penguatan pelatihan guru dan calon guru dari sistem pendidikan TL,” ungkapnya.

Andrew Jacobs, Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, mengatakan pihaknya mengakui bahwa budaya mencerminkan karakteristik peradaban dan identitas masyarakat.

Dikatakan, sastra anak-anak, secara khusus, membawa anak untuk menemukan dunia, di mana mimpi dan kenyataan digabungkan. Karena,  kenyataan dan fantasi saling terikat.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!