iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Tim Teknis Indonesia temui MNEK bahas persiapan TL aksesi ke ASEAN

Tim Teknis Indonesia temui MNEK bahas persiapan TL aksesi ke ASEAN

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno bertemu Tim Teknis Delegasi dari Pemerintah Republik Indonesia di Aula MNEK, Pantai Kelapa, senin (11/04). Foto TATOLI /Egas Cristóvão

DILI, 11 april 2022 (TATOLI)—Tim Teknis Delegasi dari  Pemerintah Republik Indonesia, senin ini menemui Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno. Pertemuan itu membahas persiapan Timor-Leste (TL) untuk aksesi keanggotaan ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara).

Tim teknis  terdiri dari Direktur Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN pada Kementerian Luar Negeri, Berlianto Situngki, Pejabat Dinas Luar Negeri pada  Kementerian Luar Negeri Indonesia, Ivan Namanto serta Andri Gilang Nugraha Ansari, Perunding Perdagangan pada Direktorat Perundingan ASEAN di Kementerian Perdagangan Indonesia.

Tim Teknis tersebut akan  melakukan kunjungan pada berbagai Kementerian di TL selama tiga hari mulai 11 hingga 13 april 2022. Kunjungan dilakukan mengobservasi serta melakukan pengambilan data.

Berita terkait : Filomeno Aleixo da Cruz diusulkan jadi Dubes Luar Biasa untuk ASEAN  

“Saya sangat senang menerima mereka. Karena, ini sangat penting agar mereka berdiskusi dengan tim teknis kita untuk melihat proses persiapan yang dilakukan TL selama  bertahun-tahun untuk aksesi ke ASEAN,” ungkap Menteri Adaljiza  usai bertemu dengan Tim Teknis dari Indonesia di Kantor MNEK, Pantai Kelapa, Dili, senin ini.

Ia menjelaskan, tim teknis ini akan mengidentifikasi apa yang bisa dibantu dan diberikan masukan agar menyelesaikkan proses aksesi TL ke ASEAN. Karena, pada tahun depan Indonesia yang akan memimpin ASEAN setelah Kamboja.

Berita terkait : Persiapan TL masuk ASEAN, MNEK akan bahas dengan PM Kamboja  

Dikatakan, TL harus beradaptasi dengan sifat ASEAN dalam berbagai bidang seperti perdagangan yang memberikan banyak tuntutan.

“Kita lihat sepuluh negara ASEAN memiliki model perdagangan yang sangat maju di dunia. Mereka, memiliki model perdagangan bebas yang sangat baik dan kita harus menyiapkan diri kita untuk beradaptasi. Untuk itu,  prosesnya berjalan lama,” jelasnya.

Meskipun begitu, Menteri Adaljiza mengakui banyak kemajuan yang sudah TL lakukan. Salah satunya persiapan  menyelesaikan proses kontruksi untuk Pelabuhan Tibar di Liquiça dan menyetujui berbagai konvensi untuk membantu rencana TL dalam bekerjasama dengan negara lain.

Berita terkait : ASEAN ijinkan TL berpartisipasi dalam kegiatan Socio-Cultural Community

“Kita juga menyiapkan sumber daya manusia serta menyiapkan peraturan perundang-undangan yang lain serta teknis yang menjadi tuntutan untuk aksesi ke ASEAN,” katanya.

Usai bertermu dengan MNEK, tim teknis Indonesia   melanjutkan pertemuannya dengan Tim teknis dari Kementerian Koordinator urusan Perekonomian (MKAE), Wakil Menteri Pariwisata, Perdagangan dan Industri (MTKI), Domingos Antunes, TradeInvest Timor-Leste dan Asian Development Bank (ADB).

Pada 12 april, Tim Teknis akan melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Tibar di Liquiça, Pusat Pelatihan dan Ketenagakerjaan Nasional Tibar dan bertemu dengan Ketua Otoritas Pelabuhan Timor-Leste (APORTIL), Lamartinho de Olveira.

Pada hari terakhir,  13 april, Tim Teknis akan bertemu dengan Sekretaris Negara urusan Koperasi, Elizario Ferreira dan melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia melalui perjalanan darat.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN – Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Perbara oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Organisasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan kestabilan di tingkat regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan cara yang damai.

Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1984, Vietnam (28 Juli 1995), Laos dan Myanmar (23 Juli 1997), dan Kamboja bergabung pada 30 April 1999.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!