DILI, 04 april 2022 (TATOLI)— Sekretariat Negara urusan Perlindungan Sipil (SEPS) menghargai bantuan para mitra internasional dan nasional yang selama ini mendukung Timor-Leste (TL) setelah dilanda badai Topan Siklon (TC – Tropical Cyclone) Seroja pada 04 april 2021.
“Para mitra selama ini memberikan dukungan yang sangat besar. Kita, membutuhkan mereka dan selama kita selalu bersama mereka,” kata Sekretariat Negara SEPS, Joaquim Gusmão setelah menghadiri Misa peringatan satu tahun Badai Seroja di Paroki São José Aimutin, senin ini.

Dalam kesempatan ini, Joaquim Gusmão juga berterima kasih kepada setiap perwakilan negara yang ada di TL melalui Kedutaan Besar yang ikut memberikan upaya bantuan tidak hanya dalam menghadapi bencana tersebut tetapi juga mendukung pemulihan usai bencana.
Berita terkait : Timor-Leste peringati satu tahun Badai Seroja
Ia menjelaskan, selama ini SEPS mendapatkan dukungan bantuan dari PBB, Uni Eropa, Pemerintah Australia, Australian Aid, Caritas Australia, USAID, CVTL, JICA, KOICA, Plan International, Care International, OXFAM, Child Fund dan World Vision.
Ada juga dari Mercy Corps, Raes Hadomi Timor Oan, Catholic Relief Services, Nabilan, Peace Winds Japan, ADRA, PARTISIPA dan Australian Humanitarian Partership (AHP).
“Ada juga Kedubes yang disini dan mitra internasional dan nasional yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Dan juga mereka yang lain dimana selalu mendukung dan juga sektor swasta kita,” katanya.
Berita terkait : Tangani bencana alam, UNEP dukung $21 juta untuk TL
Dikatakan, pada juni 2021, Pemerintah, bersama dengan mitra kemanusiaan, secara resmi meluncurkan Banding bersama untuk mengatasi kebutuhan kemanusiaan yang tersisa bagi orang-orang yang paling rentan terkena dampak dan membantu upaya pemulihan awal di Timor-Leste.
Permohonan anggaran yang dibutuhkan senilai US$32,7 juta (US$8,8 juta untuk kebutuhan mendesak dan US$23,9 untuk kebutuhan jangka pendek) yang akan secara langsung membantu 65.000 orang dan secara tidak langsung menguntungkan semua penduduk yang terkena dampak banjir.
Selain itu, pemerintah pada tahun 2021 juga telah mengalokasikan $245 juta untuk mendukung pemulihan di daerah beresiko banjir.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




