DILI, 07 maret 2022 ((TATOLI)— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dana Global memberikan bantuan mesin GeneXpert pada Klinik Lanud Bairopite. Bantuan tersebut sebagai salah satu jalan untuk menangani pasien berpenyakit menular TBC (Tuberkulosis) di Timor-Leste (TL) sebelum tahun 2025.
GeneXpert adalah tes amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge untuk diagnosis TBC cepat simultan dan tes sensitivitas antibiotik secara cepat. Ini adalah tes diagnostik otomatis yang dapat mengidentifikasi DNA Mycobacterium tuberculosis dan resistensi terhadap rifampisin.
Ketua Unit Program Tuberkulosis dari Kemenkes, Constantino Lopes mengatakan, pemberian mesin GeneXpert adalah sebuah langka untuk menjawab pernyataan Perdana Menteri, Taur Matan Ruak pada 2021 untuk menghilangkan TBC di TL sebelum tahun 2025.
“Kami memberikan mesin ini kepada Klinik ini. Karena, mereka akan melakukan lebih banyak diagnosis dan mesin ini tidak hanya melakukan diagnosis pada TBC tetapi juga untuk penyakit lainnya,” jelas Constantino kepada wartawan di Klinik Lanud Bairopite,Dili, senin ini.
Rencananya, Kemenkes bersama Klinik Lanud Bairopite akan melakukan screnning di setiap desa di kotamadya Dili guna mendeteksi lebih banyak pasien berpenyakit TBC. Selama ini Laboratorium Nasional Kesehatan (LNS) menangani terlalu banyak sampel, tentunya dengan kehadiran Klinik ini bisa membantu mendeteksi TBC dan virus HIV.
Dilain pihak, Manajer Klinik Lanud Bairopite, Inacio dos Santos berterima kasih atas upaya dari Kemenkes, Dana Global dan LNS yang menyediakan mesin GeneXpert. Karena, selama ini Klinik Lanud Bairopite hanya memiliki alat mikroskop untuk mendeteksi TBC dan hal tersebut dinilai belum maksimal.
“Ini akan sangat membantu. Kita juga saat ini memiliki kasus resistensi TBC, diharapkan bisa lebih mendeteksi penyakit itu,” katanya.
Menurut data dari Klinik Lanud Bairopite, pada 2021 telah mendeteksi 480 kasus TBC dimana 182 diantaranya positif TBC aktif dan mampu menularkan kepada orang lain. Pada januari 2022 telah mendeteksi 80 kasus TBC. Semua kasus tersebut saat ini masih dalam proses pemulihan.
Administrator Divisi Dana Global Kemkes, Noe Gaspar menyebutkan mesin GeneXpert tersebut saat ini sudah tersebar diseluruh kotamadya di TL sebanyak 21 unit kecuali untuk kotamadya Aileu. Mesin ini sendiri dikontrol lansung oleh Quality Control LNS.
“Ini untuk mendukung kinerja kerja dari Klinik khususnya untuk mendeteksi lebih baik pada pasien TBC agar memberikan penanganan dengan cepat dan menyelamatkan lebih banyak nyawa. Mereka juga menjadi mitra Dana Global sekitar lima tahun,” ungkapnya.
Dana Global sendiri memberikan anggaran senilai $21 juta untuk Kemenkes TL. Dari dana tersebut $15,7 juta untuk menjawab pada tiga program yaitu, HIV/AIDS, TBC dan Malaria. Sementara, $5,4 juta untuk menangani Covid-19. Ini adalah bantuan dana yang dikhususkan dari januari 2021 hingga Desember 2023.
Noe Gaspar juga menegaskan, pihaknya memberikan kesempatan kepada Direktur Asosiasi dan Yayasan di TL yang mengajukan proposal, khususnya untuk menangani pasien berpenyakit HIV/AIDS, TBC dan Malaria.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




