iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, SOSIAL INKLUSIF

Plan International dan Kemenkes beri pelatihan Kesehatan Reproduksi untuk 94 kaum muda

Plan International dan Kemenkes beri pelatihan Kesehatan Reproduksi untuk 94 kaum muda

Foto google

DILI, 28 februari 2022 (TATOLI)- Plan International Timor -Leste (PITL) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi pelatihan Kesehatan Reproduksi untuk 94 kaum muda dengan topik ‘ I lead my body on Health Reproductive”.

Program Manager Plan International, Aleixo Araujo Santos mengatakan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk berbagi ide dengan para kaum muda  untuk fokus merawat tubuh mereka. Ini membantu kaum muda menghormati dan melindungi diri mereka sendiri.

“PITL membantu remaja Timor-Leste (TL), khususnya perempuan untuk menghormati dan melindungi diri mereka sendiri. Kami menyampaikan pesan-pesan untuk menambah pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi,” kata  Aleixo Araujo Santos di City 8, Manleuana, senin ini.

Dikatakan, kehamilan dini lebih banyak terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Mereka masih kurang pengetahuan tentang usia yang pantas untuk menikah dan hamil.

Jadi, katanya, Plan International membantu memberikan pelatihan yang fokus pada kesehatan reproduksi. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang usia berapa bagi perempuan untuk menikah dan hamil. Mereka dapat mengatur diri mereka sendiri untuk menghindari masalah ini.

“Kami mendidik generasi muda untuk menjaga dan melindungi tubuh mereka dan tidak berkontribusi untuk kehamilan dini,” katanya.

Plan International mengidentifikasi 19% kehamilan dini yang terjadi pada kaum muda.

94 anak muda yang mengikuti pelatihan ini fokus pada “I lead my body”. Kaum muda yang mengikuti pelatihan tersebut dari  CODIVA, ARCOIRIS, AHDMTL, Parlamentu Foin Sa’e, Kelompok teknologi, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua  Departemen Kesehatan Fokus pada Kesehatan Remaja Kemenkes, Silvano Pedro mengatakan kementerian memiliki tanggung jawab untuk memberikan advokasi kesehatan reproduksi bagi kaum muda.

Dia juga meminta  generasi muda mengakses informasi kesehatan untuk menghindari dampak pernikahan dini. Disarankan kepada semua remaja untuk memiliki hubungan yang sehat agar menghindari kehamilan sejak dini.

Diketahui, bahwa remaja termasuk kategori dengan usia 10 hingga 24 tahun. Kehamilan dini selalu mempengaruhi gadis di bawah 19 tahun.

Program pelatihan satu tahun ini akan diperluas ke semua kotamadya, termasuk Oekusi Ambeno (RAEOA). Program ini dibiayai   Plan International CANADA sebesar $94.000.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!