iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

ANPM : Timor Resources sepenuhnya tanggung biaya pengeboran lapangan Feto Kmaus

ANPM : Timor Resources sepenuhnya tanggung biaya pengeboran lapangan Feto Kmaus

Ketua Otoritas Nasional Perminyakan dan Mineral (ANPM), Florentino Soares Ferreira. Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 07 februari 2022 (TATOLI)— Ketua Otoritas Nasional Perminyakan dan Mineral (ANPM), Florentino Soares Ferreira mengklarifikasi bahwa biaya pengeboran di blok OnShore atau di lapangan Feto Kmaus di kampung Tabacolot, desa Debos, Pos Administratif Suai, kotamadya Covalima, sepenuhnya  ditanggung Perusahaan asal Australia, Timor Resources Pty.Ltd.

“Pengeboran di Suai, Pemerintah tidak mengeluarkan biaya apapun. Dana tersebut dari perusahaan. Jika, sudah ada hasilnya maka Pemerintah akan menggantikannya.  Tetapi, jika tidak mendapatkan hasilnya, Pemerintah TL tidak menggantikan apapun,” ungkap Florentino pada Tatoli melalui via telpon, senin ini.

Berita terkait : Timor Resources akhiri eksplorasi migas di lapangan Feto Kmaus  

Menurutnya, banyak orang berkomentar bahwa Negara telah banyak mengeluarkan uang untuk pengeboran tersebut, tetapi itu tidak  benar. “Negara tidak akan mendapatkan kerugian apapun jika perusahaan tidak mendapatkan hasil dari pengeboran tersebut. Karena, negara tidak mengeluarkan dana apapun,” ungkapnya.

Florentino Soares juga mengungkapkan, pengeboran di Suai belum selesai. Karena, masih ada Blok A. Sejak awal berdasarkan pengajuan ada lima sumur yang berbeda yaitu, Feto Kmaus, Liurai, Lafaek, Rai-ketan dan Laisapi. Kelima sumur dengan estimasi total pembiayaan dari kegiatan seismik hingga pengeboran sebesar  $27,5 juta dari perusahaan.

Berita terkait : Proyek Suai, empat kontraktor siap bantu Timor Resources

“Tetapi sebelumnya, Timor Resources berkomitmen untuk mengebor tiga sumur dengan akumulasi kedalaman 2.000 meter. Sumur pertama (Feto Kmaus) sudah selesai dan sudah diberitahukan pada ANPM bahwa sumur tersebut mendeteksi minyak dan gas. Tentunya, perusahaan akan melanjutkan studi kemungkinan adanya pergerakan minyak dan gas” jelasnya.

Ketua ANPM juga menjelaskan, jika adanya pergerakan artinya minyak tersebut berada dalam sebuah waduk. Untuk itu, Perusahaan juga menginformasikan pada ANPM bahwa penemuan teknis ini belum bisa disebut penemuan komersial.

“Kami menyarankan untuk adanya evaluasi mendalam dan hingga sekarang ANPM belum mengumumkan pada publik. Karena, hasilnya belum  konklusif (disimpulkan). Sementara pengeboran akan terus dilakukan di dua tempat,” ucap Florentino.

Menurutnya, kontrak dari PSC (Production Sharing Contract), biasanya ANPM akan mengumumkannnya. Tetapi, beberapa informasi sudah mulai berkembang dikalangan masyarakat  dan publik telah memberi penilaian akhir. Sementara, yang sebenarnya  ANPM yang  harus mengumumkan hasil tersebut apabila pengeboran selesai.

Selain itu, ia mengatakan, TL memiliki data seismik daratan yang tidak begitu banyak. Untuk itu, perusahaan membuat akuisisi untuk data seismik 2D dan penafsiran untuk struktur lapisan formasi di bawah tanah demi menemukan akumulasi minyak.

Onshore atau daratan TL sendiri tidak ada eksplorasi atau kegiatan perminyakan lain selama 50 tahun terakhir,” ujarnya.

Meskipun begitu, Ketua ANPM menghargai setiap usaha dari Timor Resources. Karena, mereka  berani   menginvestasi yang dimulai dari seismik hingga pengeboran.

Timor Resources telah meluncurkan pengeboran sumur lapangan Feto Kmaus di darat TL pada 27 Oktober 2021, dengan menandai pengeboran eksplorasi darat pertama.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!