iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, AINARO, ERMERA

2021, PARCIC bantu petani TL ekspor 111 ton kopi ke Jepang

2021, PARCIC bantu petani TL ekspor 111 ton kopi ke Jepang

Kopi Timor-Leste. Foto Tatoli/António Gonçalves

DILI, 25 januari 2022 (TATOLI)— PARC Interpeoples Cooperation (PARCIC) selama tahun 2021 telah membantu petani Timor-Leste (TL) untuk mengekspor kopi sebanyak 111 ton  ke pasar Jepang.

Direktur PARCIC untuk TL, Junko Ito mengatakan pihaknya mendirikan perusahaan eksportir di TL pada 2002 dan mengekspor kopi ke Jepang. Kopi yang PARCIC ekspor terdiri dari dua tipe berbeda seperti Arabika dan Robusta.

“Pada  2021 PARCIC mengekspor kopi Arabika 90 ton dan kopi Robusta 21 ton ke  pasar Jepang. Kami akan mencari lagi pasar di negara lain,” jelas Direktur PARCIC kepada Tatoli, di Dili, senin ini.

Dia menjelaskan,  kopi yang diekspor adalah hasil dari kerjasama PARCIC dengan dua koperasi seperti COCAMAU (Cooperativa Moris Foun Unidade Café Nain Maubisse) yang berlokasi di kotamadya Ainaro dan COHAR (Cooperativa Hamri’ik ho Ain Rasik) dari kotamadya Ermera.

Berita terkait : ACTL gandeng mitra dari Australia lakukan uji coba kopi Arabika

Dijelaskan,  pada  2015, PARCIC juga mendirikan sebuah Gudang dan fasilitas menggiling kopi di kotamadya Dili untuk memastikan layanan yang lebih baik lagi untuk kualitas kopi sebelum diekspor ke luar negeri.

Meskipun berhasil mengekspor kopi lebih dari 100 ton ke Jepang, Direktur PARCIC itu mengatakan adanya kendala yang dihadapai selama proses ekspor.  Dimana penyedian  kapal  tidak tepat dan tidak memberikan layanan yang baik pada para klien.

“Kendala lainnya dari pihak Bea Cukai adalah jadwal kapal yang datang dan berangkat pada hari libur. Dimana,  staff Bea Cukai tidak bekerja sehingga kopi yang akan di diekspor tidak bisa dilakukan,” katanya.

Berita terkait : Portugal dan TL setuju kerjasama di sektor pertanian dan kopi

Dijelaskan, proses ekspor   dilakukan melalui Fair Trade sebagai gerakan sosial yang bertujuan membantu produsen di negara berkembang dan memperkenalkan   keberlanjutan lingkungan.

Gerakan ini berfokus pada komoditas atau produk-produk yang biasanya diekspor dari negara berkembang ke negara maju namun dikonsumsi di dalam negeri seperti kerajinan tangan, kopi, kakao, gula, teh, pisang, madu, kapas, anggur, buah segar, coklat, bunga, emas, dan filamen mesin cetak 3D.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!