iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, LSM, SOSIAL INKLUSIF

UNICEF kutuk keras laporan pembunuhan empat anak di Myanmar

UNICEF kutuk keras laporan pembunuhan empat anak di Myanmar

Foto google

DILI, 04 januari 2022 (TATOLI)— Organisasi Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) untuk Asia Timur dan Pasifik  mengutuk keras  pembunuhan 35 orang, termasuk empat anak dan dua pekerja kemanusiaan di Negara Bagian Kayah, Myanmar Timur, pada 24 Desember 2021.

Melalui siaran pers yang diakses Tatoli menyebutkan bahwa, UNICEF selama ini yang memberi bantuan kemanusiaan dan perkembangan  kesejahteraan jangka panjang kepada ibu dan anak-anak  di negara-negara berkembang mengutuk aksi pembunuhan tersebut dan menyatakan terkejut dan sedih dengan laporan pembunuhan dan pembakaran setidaknya 35 orang, termasuk empat anak dan dua anggota staf organisasi kemanusiaan Save the Children, di Negara Bagian Kayah di Myanmar Timur, pada 24 Desember 2021.

Laporan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa empat anak tewas dalam serangan itu, termasuk dua anak laki-laki berusia 17 tahun, seorang gadis remaja dan seorang anak berusia sekitar 5-6 tahun.

Dua anggota staf Save the Children, yang kematiannya dikonfirmasi hari ini, tewas saat kembali ke kantor Save the Children  setelah memberikan kebutuhan kemanusiaan di komunitas terdekat.

“UNICEF mengutuk keras serangan terhadap warga sipil, anak-anak dan pekerja kemanusiaan ini,” kata Debora Comini, Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik.

Perlindungan warga sipil, dan khususnya anak-anak dan pekerja kemanusiaan, harus diperlakukan sebagai prioritas selama masa konflik, sesuai dengan hukum kemanusian internasional dan Konvensi Hak Anak, yang ditandatangani oleh Myanmar.

“UNICEF menyerukan tindakan segera untuk menyelidiki insiden yang menyedihkan ini dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam   kepada keluarga para korban dan rekan-rekan kami di Save the Children,” katanya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!