DILI, 11 November 2021 (TATOLI) – Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo, menerima surat kredensial atau surat kepercayaan dari dua puluh duta besar (Dubes) baru dari negara sahabat yang dilakukan secara virtual di Istana Kepresidenan.
“Hari ini adalah momen bersejarah, di mana Timor-Leste (TL) menerima 20 surat kepercayaan dari duta besar non-residen. Mayoritas duta besar berkedudukan di Singapura, Indonesia dan Australia”, kata Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Julião da Silva, usai menghadiri upacara virtual di Istana Kepresidenan, Bairo Pite, Dili, kamis ini.
Ia menambahkan, para Dubes ini hanya mengirim surat kredensial mereka secara online karena belum bisa datang ke TL akibat pandemi global Covid-19.
“Para Dubes baru akan menunjukkan kredensial resmi mereka kepada Presiden Republik, setelah pengalihan transportasi udara dan tanpa pembatasan perjalanan internasional,” katanya.
Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo, secara bergantian berterima kasih atas penyambutan para dubes baru dan berharap setelah pandemi ini berakhir, mereka dapat mengadakan pertemuan bilateral dengan Kepala Negara dan Pemerintahan.
Kredensial diserahkan Duta Besar Sagi Karni dari Negara Israel; MD Tauhedul Islam dari Republik Rakyat Bagladesh; Lars Bo Larsen dari Kerajaan Denmark; Jalal Sabir Oglu Mirzayev dari Republik Azerbaijan; Terence Kevin Tobin QC dari Ordo Malta.
Merzak Belhimeur dari Republik Demokratik Rakyat Aljazair; Ina Ruth Luise Lepel dari Republik Federal Jerman; Dan Adrian Bălănescu dari Rumania; Gustavo Arturo Torres dari Republik Argentina; António Serifo Embaló dari Republik Guinea Bissau dan Iv Heang dari Kerajaan Kamboja.
Jaroslav Dolĕcek dari Republik Ceko; Benedetto Lateri dari Republik Italia; Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti dari Negara Bagian Qatar; Phomma Sidsena dari Republik Rakyat Laos; Camilo Valencia Gonzales dari Republik Kolombia;
Martha Mayrommatis dari Republik Siprus; Belmiro José Malate dari Republik Mozambik; Usman Ari Ogah dari Republik Federal Nigeria dan Muhammad Hassan dari Republik Islam Pakistan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




