DILI, 10 november 2021 (TATOLI)—Sekretaris Negara untuk Pemuda dan Olahraga (SEJD), Abrão Sadanha mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana sebesar $40.000 lebih untuk merayakan peringatan 30 tahun tragedi Santa Cruz 12 November 1991 dan hari pemuda nasional.
“Tema untuk tahun ini adalah “Ho Esperitu Asuwain 12 de Novembro, Joven hanesan autor ba proteje Covid-19 ” (Semangat Pejuang 12 November menjadikan generasi muda sebagai aktor mencegah Covid-19) akan dilakukan berbagai kegiatan dan SEJD bersama organisasi pemuda mengundang Presiden Republik untuk berpartisipasi pada hari pemuda nasional dan tragedi Santa Cruz,” kata Abrão usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo di Istana Kepresidenan, Bairo Pite, Dili, rabu ini.
Ia mengatakan, Presiden Republik akan berpartisipasi dalam perayaan tersebut untuk memberikan sambutan khususnya pada perigatan 30 tahun tragedi Santa Cruz 12 November 1991 dan hari pemuda nasional.
Berita terkait : Tragedi Santa Cruz jadi pelajaran berharga bagi generasi muda
Dikatakan, dalam perayaan ini akan ada kompetisi drum band, musik, pidato, konser dan sosialisasi Covid-19. Perayaan ini pun akan dilakukan juga di setiap kotamadya melalui organisasi pemuda dan otoritas lokal.
Sebelumnya, sudah ada refleksi bersama pada 27 dan 28 oktober untuk mengingat kematian pejuang Sebastião Gomes dan pada 11 november malam juga akan diadakan refleksi bersama.
Berita terkait : Ketua CN12 minta para kaum muda ikuti semangat pejuang muda Insiden Dili
Acara puncaknya akan dilakukan pada pada 12 November dan didahului misa di Gereja Motael. Kemudian akan ada prosesi dari Gereja Motael ke Pemakamam Santa Cruz.
Tragedi Santa Cruz yang lebih dikenal dengan sebutan Insiden Dili adalah peristiwa penembakan militer Indonesia pada pengunjuk rasa pro-kemerdekaan Timor-Leste pada 12 November 1991. Akibat penembakan itu, sedikitnya 271 orang tewas dan 270 lainnya hilang.
Sekretaris Negara Pemuda dan Olahraga, Abrão Saldanha menegaskan bahwa pemerintah dan negara tetap berusaha untuk koordinasi dengan pihak Indonesia untuk mencari kembali tulang-belulang para pahlawan dan korban tragedi 12 november 1991.
“Untuk hal ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan Indonesia. Bukan hanya korban 12 november 1991, tetapi akan lihat juga pahlawan lain yang meninggal selama pendudukan Indonesia,” jelas Abrão.
Ia meminta kaum muda Timor-Leste untuk melihat ini sebagai bagian dari diri masing-masing untuk bisa menghargai pengorbanan perjuangan para pejuang.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




