DILI, 21 oktober 2021 (TATOLI)– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkoordinasi dengan Komite Pengarah Tahun Internasional Pekerja Kesehatan meminta semua negara untuk meningkatkan vaksinasi pada tenaga kesehatan demi mencegah meningkatnya angka kematian selama Covid-19.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreysus melalui portal resmi WHO yang diakses Tatoli, menegaskan bahwa pekerja kesehatan adalah dasar dari sistem kesehatan dan kekuatan pendorong untuk mencapai cakupan kesehatan universal dan keamanan kesehatan global.
Menurutnya, komitmen dan profesionalisme tenaga kesehatan selama pandemi terbukti bagi semua orang, karena para tenaga kesehatan melakukan pekerjaan yang luar biasa selama pandemi. Namun, terlalu banyak dari mereka yang terinfeksi, sakit, atau meninggal akibat Covid-19.
“WHO memperkirakan antara 80.000 dan 180.000 petugas medis meninggal karena Covid-19 pada periode antara januari 2020 hingga mei 2021. Kematian ini adalah kehilangan yang tragis. Mereka juga merupakan celah yang tak tergantikan dalam merespons pandemi dunia,” tegasnya dalam portal itu.
Pada September 2021, data yang tersedia dari 119 negara menunjukkan bahwa rata-rata dua dari lima pekerja medis telah divaksinasi penuh, dengan perbedaan yang cukup besar antar wilayah dan kelompok ekonomi.
Kurang dari 10 telah divaksinasi lengkap di wilayah Afrika dan Pasifik Barat, sementara 22 negara yang sebagian besar berpenghasilan tinggi melaporkan bahwa di atas 80% personel mereka telah divaksinasi lengkap.
Komite Pengarah Tahun Internasional Pekerja Medis berkoordinasi dengan WHO menggarisbawahi keprihatinan mendalam mereka tentang kemungkinan jumlah kematian, rendahnya tingkat vaksinasi dan ketidaksetaraan vaksin di antara pekerja kesehatan dan perawatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Kegagalan untuk mengambil tindakan merusak kesejahteraan fisik, mental, dan sosial dari individu-individu yang kita andalkan untuk mengelola pandemi. Pengakuan dan peringatan saja tidak cukup. Adalah kewajiban moral kita untuk melindungi dan berinvestasi pada pekerja kesehatan dan perawatan dan kita harus maju bersama,” tegas Direktur Jenderal WHO.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Odete Freitas Belo mengatakan gerakan pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, mengingat mereka adalah pekerja yang paling beresiko terkena Covid-19.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada tanggal 20 oktober 2021, data vaksinasi lengkap untuk TL telah mencapai 44,5 persen dan untuk tahap pertama mencapai 69 persen.
Meskipun angka tersebut belum mencapai target pemerintah untuk memenuhi vaksinasi lengkap, namun hingga saat ini pemerintah telah mengerahkan seluruh anggota pemerintah untuk mensosialisasi penuh pada setiap post administratif dan desa demi meningkatkan angka vaksinasi.
TL sendiri menjadi negara yang beruntung karena mendapatkan bantuan vaksin dari berbagai negara mitra seperti Portugal, America, Australia, Selandia Baru, Jepang, Cina dan termasuk negara-negara yang bergabung dengan COVAX Facilty.
Saat ini merek vaksin melawan Covid 19 yang digunakan di TL terdiri dari AstraZeneca dan Sinovac, adapun vaksin Pfizer yang telah disiapkan untuk anak-anak berusia enam hingga 17 tahun, namun belum diimplementasikan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




