iklan

EKONOMI, POLITIK, DILI, METRO, SOSIAL INKLUSIF

F-FCJ minta MSSI segera alokasikan anggaran FSP

F-FCJ minta MSSI segera alokasikan anggaran FSP

Penanggung Jawab Manajamen Kasus di F-FCJ, Domingas Agusta Fatima Freitas Pereira "Amadoo". Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 07 oktober 2021 (TATOLI)— Yayasan Forum Komunikasi Pemuda (F-FCJ – Fundasaun Forum Comunicação Juventude) Oratorio Don Bosco bersama Rumah Perlindungan Anak Centro Miguel Magone (CMM) minta Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusif (MSSI) untuk segera mengalokasikan Dana Hibah Publik (Fundo Subvenção Público) yang telah ditandatangani.

Penanggung Jawab Manajamen Kasus di F-FCJ, Domingas Agusta Fatima Freitas Pereira “Amadoo” mengatakan  sejak januari tahun ini hingga  oktober pihaknya  belum menerima alokasi anggaran dari MSSI, meskipun telah menandatangani kontrak untuk pengalokasian dana sebesar $70,000.

“Anggaran kami sebenarnya dari MSSI, namun mulai dari bulan januari hingga sekarang belum ada alokasi dana. Kontrak sendiri sudah ditandatangani senilai $70,000 lebih. Namun, sampai saat ini dana belum dicairkan,” kata Amadoo pada Tatoli di kantor F-FCJ Quintal Boot, kamis ini.

Ia mengatakan, F-FCJ terus berusaha untuk berkoordinasi dengan MSSI namun pihak dari pemerintah menjelaskan proses administrasi yang menjadi kendala utama agar tidak segera mencairkan dana tersebut.

“Alasan yang diberikan setelah penandatanganan kontrak adalah menunggu proses administrasi yang harus dilengkapi. Kemarin kami baru dikabarkan bahwa dana tersebut telah diajukan pada Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan alokasi anggaran yang terlambat akan berdampak pada anak – anak dan remaja yang tinggal di CMM. Karena, mereka adalah korban dari kasus yang mengharuskan tidak bisa tinggal di rumah sendiri.

“Ini menjadi masalah bagi kami. Karena, orang yang kami layani adalah mereka yang berada dalam kasus dan ini sangat beresiko. Mereka yang tinggal disini sudah menjadi korban atas kasus yang mereka hadapi dan sekarang harus menghadapi masalah kebutuhan yang tidak tercukupi di rumah perlindungan ini,” kata Amadoo.

Ia menegaskan, meskipun masalah ini berdampak pada kesejahteraan 19 staff di F-FCJ, namun pihaknya terus bekerja dengan sepenuh hati, mengingat ini adalah layanan kemanusiaan untuk anak-anak yang telah mengalami kasus berat.

Untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di CMM, pihak dari F-FCJ telah berkoordinasi dengan para mitra  khususnya The Asia Foundation yang menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan dasar seperti beras, susu untuk bayi, ikan, daging, popok, sabun dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan anak-anak di CMM. Selain itu adapun bantuan beras dari MSSI sendiri.

Amadoo juga menginformasikan, mulai dari januari hingga awal oktober tahun ini, F-FCJ telah melayani 125 anak-anak dan remaja yang terlibat dalam berbagai kasus dan untuk saat ini ada 30 orang yang masih tinggal di CMM.

MSSI sendiri pada tanggal 17 agustus tahun ini telah menandatangani kontrak pengalokasian Dana Hibah Publik untuk 40 Institusi Solidaritas Sosial.

Reporter : Cidalia Fàtima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!