iklan

POLITIK, KESEHATAN, DILI, HEADLINE

Lockdown dicabut,  layanan transportasi umum kembali beroperasi 

Lockdown dicabut,  layanan transportasi umum kembali beroperasi 

Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK), bersama Kepolisian Lalulintas melakukan konfrensi pers tentang pengaktifan kembali Layanan transportasi umum di Aula MTK, kamis (09/09). Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 09 September 2021 (TATOLI) – Layanan transportasi umum   kembali beroperasi pada kamis (09/09),  setelah Pemerintah melalui rapat Dewan Menteri, rabu (08/09) mencabut atau membatalkan lockdown di Dili mulai pukul 23:59 pada 9 september 2021 dan melanjutkan isolasi terbatas di Dili hingga 22 september 2021.

Berita terkait : Lockdown di Dili dicabut, masyarakat  diminta tetap patuhi prokes

Direktur Jenderal Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK), Gaspar de Araújo mengatakan angkutan umum diijinkan untuk melakukan operasi di Dili serta ke kotamadya. Tetapi, para penumpang dan pengemudi diharuskan menunjukkan kartu vaksin Covid-19 untuk bepergian ke luar dan masuk ibu kota Dili.

“Layanan angkutan umum (mikrolet, taksi, dan bus) diijinkan beroperasi kembali untuk memfasilitasi pergerakan orang dari Dili ke kotamadya dan sebaliknya. Namun, para penumpang dan pengemudi harus menunjukkan kepada pihak berwenang kartu vaksin Covid-19. Itu dilakukan untuk membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi penuh,” kata Direktur   Gaspar de Araújo saat melakukan konferensi pers di Kantor MTK, Dili,   kamis.

Berita terkait : Dili Lockdown, PNTL gelar check point kendaraan di Dili

Dia meminta setiap pengemudi angkutan umum memperbarui Surat Ijin Mengemudi (SIM)   dan dokumen kendaraan lainnya di kantor Direktorat Nasional Perhubungan Darat (DNTT).

Dia mengimbau pengemudi dan penumpang untuk mengikuti dan mempraktekkan langkah-langkah pencegahan Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Para penumpang  harus menjaga jarak di dalam bus, mikrolet, dan taksi untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Araújo.

Sementara itu,  Kepala Departamen urusan Lalulintas dari Kepolisian Nasional Timor-Leste, Inspektur Polisi,  Inocêncio Freitas mengatakan, Polisi Nasional Timor (PNTL) akan bekerja sama dengan Pusat Integrasi Manajemen Krisis (SIJK) untuk menentukan jumlah pasti penumpang yang akan diangkut setiap angkutan umum.

Dia mengatakan PNTL akan memeriksa dokumen kendaraan di pintu masuk dan keluar  Dili.

“Pihak berwenang telah menjelaskan hanya warga negara yang divaksinasi lengkap yang diijinkan untuk pergi dan memasuki ibu kota Dili. Dengan demikian, PNTL akan melakukan pemeriksaan di setiap titik masuk dan keluar  guna memastikan warga mematuhi peraturan,” katanya.

Reporter  : Natalino Costa

Editor : Julia Chatarina (penerjemah : Armandina Moniz)

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!