iklan

POLITIK, DILI, HEADLINE

Parlamen Pemuda TL gelar sidang paripurna pertama

Parlamen Pemuda TL gelar sidang paripurna pertama

Anggota Parlamen Pemuda Timor-Leste (TL) periode 2019 – 2022 mengelar sidang paripurna pertama di aula Palasiu Nobre Lahane, Dili, selasa (24/08). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 24 agustus 2021 (TATOLI)—Parlamen Pemuda Timor-Leste (TL) periode 2019 – 2022, dengan anggota 132 orang  menggelar sidang paripurna pertama.

Sidang tersebut digelar untuk   mendiskusikan berbagai persoalan yang sudah  diidentifikasi  anggota Parlamen Pemuda di seluruh kotamadya termasuk RAEOA.

Koordinator Parlemen Pemuda TL, Andre José Maria Sarmento Paulo mengatakan, sidang paripurna pertama anggota Parlemen Pemuda periode keempat dimulai dengan mendiskusikan setiap masalah yang   diidentifikasi di setiap kotamadya.

“Tujuan dari sidang paripurna ini untuk melihat persoalan yang sudah diidentifikasi berhubungan dengan masalah remaja dan pendidikan, kehidupan masyarakat, ekonomi sosial, pencegahan kekerasan dan juga pendidikan kewarganegaraan,” kata Andre kepada wartawan di Palacio  Nobre, Lahane, Dili, selasa ini.

Ia menjelaskan, hasil perdebatan sidang paripurna akan diserahkan kepada kementerian bersangkutan untuk melihat dan memasukannya dalam agenda politik Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)  untuk setiap tahun.

Sementara itu, Sekretraris Negara urusan Pemuda dan Olahraga, Abrão Saldanha meminta pada setiap anggota parlamen pemuda untuk menggunakan kesempatan pelatihan demi mengembangkan diri  menjadi remaja yang peka dan mengerti masalah ekonomi sosial di negara ini.

“Mereka harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin karena mereka adalah calon  pemimpin masa depan dan menerima tanggung jawab yang diberikan. Kita berharap mereka bisa menjadi transformator bagi masyarakat dan gambaran bagi negara,” ucap Abrão.

Dilain pihak, Perwakilan UNICEF di TL, Bilal Aurang Zeb Durrani mengatakan, UNICEF bangga pemerintah TL membentuk parlemen pemuda nasional pada tahun 2009, dan mendukung dengan kepemimpinan dari SEJD dalam mengembangkan kurikulum untuk anggota parlamen pemuda.

Dikatakan, para anggota parlamen pemuda harus memiliki kurikulum tentang topik yang berbeda agar dapat membantu mereka dalam berpikir kritis.  Berbagai isu harus diangkat, seperti  masalah pendidikan, kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan dan semua tantangan atau masalah yang dihadapi di seluruh kotamadya.

“Anggota lebih dari 100 orang  telah mendapatkan pelatihan dalam berbagai topik seperti,  mengurangi kekerasan terhadap anak dan perempuan, lingkaran anggaran negara dan topik lainnya. Karena anggota parlamen pemuda datang ke Dili setiap tahun untuk berlatih.  Untuk itu, dengan menetapkan kurikulum yang tepat, akan memiliki pelatihan secara sistematis,” jelasnya.

Disebutkan aktivitas sidang paripurna diselenggarakan atas bantuan SEJD dengan memfasilitasi  tempat bagi para pemuda dengan dana sebesar $ 43.000.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!