DILI, 23 agustus 2021 (TATOLI)—Sekretariat Komunikasi Sosial (SEKOMS) kembali mengenalkan sistem digital melalui wokshop nasional pada dewan dan manajer dari 16 radio komunitas termasuk radio untuk kaum disabilitas.
Sekretaris Negara untuk SEKOMS, Mericio Juvinal Akara menilai workshop ini sangat bermanfaat untuk perkembangan digitalisasi radio dan meningkatkan pengetahuan dewan radio komunitas serta manajer dan wartawan tentang penggunaan media digital yang sehat.
“Meskipun kita sudah tau segalanya namun harus tetap menambah pengetahuan kita. Wokshop ini sangat penting untuk meningkatkan pengalaman seiring dengan perkembangan zaman. Sekarang kita berada pada era digital. Untuk itu, diperlukan penyesuaian diri,” jelas Mericio dalam sambutannya pada Workshop Nasional Digital Radio di Hotel JL. Villa, senin ini.
Ia menambahkan, selama ini radio analog sudah berkembang baik di kalangan masyarakat. Namun, dengan perubahan jaman cara interaksi pun sudah berubah. Karena itu, diperlukan platform yang lebih modern untuk radio komunitas yaitu menghadirkan streaming radio.
“Setelah ada perubahan terkadang cara mendengarkan dan membaca pun sudah tidak seperti dulu karena menggunakan platform yang lebih modern melalui smartphone. Karena itu, radio komunitas harus beradaptasi dengan situasi sekarang. Radio streaming sudah berjalan namun pengetahuan tentang platform digital sendiri harus ditingkatkan,” ujarnya.
Mericio menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk membantu perkembangan radio kmunitas lebih baik. Namun, hal ini tergantung dari dana yang akan dialokasikan tahun depan. Kendati demikian, setiap tahun pemerintah selalu memberikan subsidi untuk kelanjutan radio komunitas. Tetapi dengan adanya pandemi, tidak memungkinkan bagi radio komunitas untuk berkembang sendiri.
Sementara itu, Direktur Nasional Promosi dan Perkembangan Media Lokal SEKOMS, José da Costa mengatakan, sejak tahun 2019 sistem penggunaan radio digital seperti streaming sudah diterapkan pada 16 radio komunitas di seluruh kotamadya.
Namun pada 2021, tiga radio komunitas dari kotamadya Ainaro, Bobonaro dan Covalima berhenti mengaplikasikan streaming radio karena sumber daya tidak mencukupi. Untuk itu, diharapkan pada 2022 bisa dilanjutkan kembali.
“Streaming radio ini akan memberikan informasi seputar sosial, ekonomi dan kesehatan Covid-19. Ini juga diakses masyarakat nasional dan mancanegara,” ungkapnya.
Dalam workshop tersebut dihadirkan juga tiga pembicara, seperti Direktur SABEH (Saúde ba Ema Hotu), Andre Belo yang mengenalkan tentang efektivitas media dengan digital online untuk membagikan informasi tentang Covid-19, wartawan senior selaku anggota Dewan Pers, Expedito Dias Ximenes akan berbicara soal literasi media sosial, sebagai aksi pencegahan untuk mengurangi hoax di masyarakat. Pembicara ketiga adalah Pastor Mouzinho Lopes akan berbicara soal etika penggunaan media digital dengan efetktif.
Dalam kesempatan ini, SEKOMS juga menandatangani kontrak FTP (Fundu Tranferensia Publika/ Dana Transfer) bersama perwakilan dari 16 radio komunitas dan radio untuk kaum disabilitas.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz