iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

TL kembali dukung pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Kuba

TL kembali dukung pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Kuba

Sekretaris Kedubes Kuba di TL, José Ernesto memegang lukisan Komandan Fidel Castro di Kediaman Kedubes Kuba, jumat (13/08). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 14 agustus 2021 (TATOLI)—Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)  Fidel Castro, Timor-Leste  (TL) kembali memberikan dukungannya dalam pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS)  terhadap Kuba.

Perayaan tersebut diselenggarakan di Kedutaan Besar Kuba oleh AATLC (Asociação Amizade Timor Leste- Cuba atau Asosiasi Persahabatan TL – Kuba) dengan menunjukan aksi solidaritas TL terhadap pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Kuba yang sudah berjalan hampir 62 tahun. Perayaan itu di gelar di Kedubes Kuba, Dili, jumat.

Ikut hadir dalam acara tersebut antara lain, Mantan Presiden Republik dan Penerima Hadiah Nobel Perdamaian, José Ramos Horta,  Mantan Dubes TL untuk Kuba, Loro Horta, Kepala Staf Presiden Republika, Francisco Vasconcelos,  mantan pelajar di Kuba, organisasi masyarakat lainnya seperti HAK, Luta Hamutuk, FONGTIL, AJAR dan lainnya.

Mantan Presiden Republik, Jose Ramos Horta mengatakan, sejak kemerdekaan TL pada 2002, para lider TL mulai dari Presiden Republik, Perdana Menteri, seluruh pemerintahan, parlamen nasional dan seluruh masyarakat menentang keras apa yang dilakukan pemerintah AS untuk Kuba.

Menurutnya, dukungan TL pada Kuba tidak akan berdampak pada hubungan persahabatan AS-TL karena selama ini terbukti AS sudah banyak membantu untuk kemajuan ekonomia di TL.

“Saat ini bantuan AS ke TL terus bertambah dan hal ini tidak berdampak pada hubungan diplomatik TL-AS.  Kalau ada dampak  adalah hak AS, karena apa yang dilakukan AS pada Kuba adalah melawan hak asasi manusia. Kuba tidak bisa menerima apapun dari luar karena sanksi ekonomi dari AS, sehingga mau beli obat dari Eropa pun tidak bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kedubes Kuba di TL, José Ernesto  menyatakan pemerintah Kuba mengapresiasi TL atas dukungannya untuk  pencabutan sanksi ekonomi AS di forum PBB.

“Kami sangat apresiasi dengan aksi ini. Ketika kita berada  dalam situasi sulit ini ada aksi seperti ini di TL. Kami merasa bahwa negara kami masih mendapat dukungan dari kawan-kawan kami. Aksi ini membuktikan bahwa semangat Fidel Castro masih bersama kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan sanksi ekonomi ini membuat Kuba mengalami banyak kerugian, terutama di bidang perekonomian hingga berdampak pada masyarakat Kuba. Meskipun tindakan ini adalah melanggar hak asasi manusia dan sebagian warga AS tidak menerima keputusan ini,  namun sampai saat ini AS tidak mencabut sanksi tersebut.

Sekretaris AATLC, Herculano Seixas dos Santos menjelaskan, aksi  tersebut sudah dilakukan setiap tahun, mengingat jalinan kerja sama antara Kuba-TL dibidang kesehatan dan pendidikan berjalan dengan baik.

“Tahun ini kita kembali menuntut AS agar segera hentikan sanksi pada Kuba, karena Kuba sudah melakukan banyak untuk kemajuan TL. Karena itu,  apa yang dirasakan Kuba,  kita juga ikut  merasakannya,” tutur Herculano.

Dijelaskan, karena masalah sanksi ini, para penerima beasiswa dari TL yang belajar di Kuba secara tidak langsung merasakannya karena sanksi AS terkait dengan ekonomi.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor       : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!