iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN

Covid-19 varian Delta melonjak, Korsel tunda terima naker

Covid-19 varian Delta melonjak, Korsel tunda terima naker

Direktur Umum Sekretaris Negara urusan Pelatihan dan Ketenagakerjaan, Paulo Alves. Foto TATOLI

DILI, 12 juli 2021 (TATOLI)-  Melonjoknya angka korban teridentifikasi Covid-19 varian baru Delta di Korea Selatan (Korsel), mengakibatkan Pemerintah Korsel menunda  menerima tenaga kerja (naker) asal Timor-Leste (TL).

Demikian diutarakan Direktur Sekretaris Negara urusan Pelatihan dan Ketenagakerjaan (Bahasa tetum : Sekretáriu Estadu ba Polítika Formasaun Profisionál no Empregu-SEFOPE), Paulo Alves kepada TATOLI, senin ini.

Dia menjelaskan, Pemerintah Korsel menunda   menerima tenaga kerja dari TL sementara waktu, akibat dari meningkatnya angka Covid-19 varian baru  di negara tersebut.

“ Informasi yang kami peroleh dari Korsel, melalui Menteri Ketenagakerjaannya, bahwa pengiriman tenaga kerja TL untuk sementara waktu ditunda, akibat meningkatnya Covid-19 varian baru di negara itu,” ungkapnya.

Menurutnya, keputusan yang di ambil Pemerintah Korsel berlaku juga untuk 16 negara yang termasuk dalam program Employment Permit System yaitu Uzbekistan, Filipina, Pakistan, Mongolia, Kyrgyzstan, China, Bangladesh, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar, Laos dan Timor-Leste.

Dikutip dari Antara News (09/07/2021), Perdana Menteri Korsel, Kim Boo-kyum pada jumat (8/7) mungumumkan negaranya akan memperketat pembatasan kegiatan masyarakat di Seoul dan sekitarnya ke level tertinggi selama dua pekan mulai Senin (12/07) ini.

Perbatasan di negara Korsel diperketat setelah adanya kasus baru Covid-19 yang terus meningkat dan menjadi rekor harian selama dua hari berturut-turut .

Pemerintah Korsel meminta  masyarakat untuk tinggal di rumah selama mungkin, sekolah ditutup, pertemuan publik dibatasi dua orang setelah pukul 18:00, dan aksi unjuk rasa atau kegiatan lain yang melibatkan banyak orang dilarang.

Menurut Reuters (12/07), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Korea (KDCA – Korea Disease Control and Prevention Agency) menginformasikan Korea Selatan melaporkan 1.100 kasus baru terinfeksi virus corona pada Minggu (11/7).

Menurut data dari KDCA, jumlah kasus baru tersebut merupakan angka harian tertinggi yang pernah tercatat pada Minggu, meskipun masih di bawah rekor selama tiga hari berturut turut   mencapai 1.378 kasus pada Jumat (9/7).

Gelombang Infeksi baru Covid-19 di Korsel sejauh ini membawa lebih sedikit Kasus dan kematian serius daripada gelombang sebelumnya karena, banyak warga Korsel yang berusia rentan telah menerima vaksinasi.

Menurut berita dari Kompas.com, selama 24 jam terakhir, negara tersebut mencatatkan penambahan 711 kasus Covid-19 baru dalam sehari.

Sehingga, total Covid-19 di Korsel sebanyak 160.795 kasus dengan 2.028 kematian sejak pandemi dimulai.

Sementara itu,  sejauh ini 15,3 juta rakyat Korea Selatan telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Selain itu, lebih dari 5,3 juta rakyat Korsel telah disuntik vaksin dosis kedua.

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor        : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!