BOBONARO, 16 Oktober 2025 (TATOLI) – Menteri Kabinet Dewan Menteri, Agio Pereira, menyerukan agar generasi baru di Timor-Leste dan Australia menjaga warisan Balibó Five dan jurnalis Roger East saat memperingati 50 tahun kematian mereka, dalam acara peringatan yang digelar di Balibó, Kamis (16/10).
“Untuk Balibó Five — Shackleton, Stewart, Cunningham, Peters, Rennie — dan Roger East, nama kalian tidak terlupakan. Pengorbanan kalian menuntut keadilan dan keberanian kalian tetap memanggil kita maju. Generasi baru di Australia dan Timor-Leste harus terus memastikan kebenaran tetap hidup,” tegas Menteri Agio.
Menteri Agio menegaskan bahwa warisan Balibó tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Timor-Leste, politik regional yang membentuk nasib bangsa, dan upaya internasional menegakkan kebenaran di tengah kekerasan dan penyangkalan.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada suara kebenaran yang lagi-lagi dibungkam,” pungkasnya.
Dalam pidatonya, Ia menekankan pentingnya mengenang para jurnalis yang berani menyingkap kebenaran di tengah risiko nyawa.
“Balibó Five dan Roger East mewujudkan prinsip dasar bahwa jurnalis mempertaruhkan hidup untuk melaporkan fakta yang ingin disembunyikan,” ujarnya.
Menurutnya, pengorbanan mereka menuntut penghormatan terhadap kebebasan pers dan perlindungan bagi mereka yang mengejar kebenaran.
Ia juga mengajak masyarakat Australia untuk mengakui keterlibatan negara mereka dalam meninggalkan warganya yang berisiko demi kepentingan diplomatik, dan mendorong advokasi untuk keadilan melalui keterbukaan dokumen rahasia dan tekanan diplomatik.
“Kematian Balibó Five dan Roger East, serta penderitaan rakyat Timor, menjadi peringatan atas biaya moral dari kompromi politik,” katanya.
Bagi masyarakat Timor-Leste, ia menekankan pentingnya menghormati penderitaan komunitas yang telah menanggung kehilangan selama puluhan tahun.
Kehadiran tamu dari Australia dan negara lain menunjukkan solidaritas internasional dan memperkuat ikatan moral serta kepercayaan.
“Pelajaran ini tetap relevan, kebenaran harus dilindungi, dan tidak ada cerita yang boleh terkubur demi kepentingan pihak berkuasa,” imbuhnya.
Menteri Agio menekankan bahwa peringatan bukan sekadar upacara simbolis, melainkan praktik aktif memori yang menuntut transparansi, deklasifikasi dokumen, investigasi lanjutan, pelatihan jurnalis, dan penguatan norma internasional untuk perlindungan wartawan.
“War Correspondents Memorial di Canberra dan Balibó House di Timor-Leste menjadi wilayah kenangan. Sementara keluarga Balibó Five terus mendukung klinik dan sekolah di Balibó,” jelasnya.
Ia juga menyoroti program “Balibó Five – Roger East Fellowship” yang dijalankan serikat jurnalis MEAA dan APHEDA-Union Aid Abroad untuk mendukung dan melatih jurnalis muda Timor-Leste, sebagai bentuk warisan hidup yang mengubah memori menjadi aksi nyata.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




