DILI, 02 februari 2022 (TATOLI) – Perdana Menteri (PM), Taur Matan Ruak akan bertolak ke Australia, pada 8 februari mendatang untuk membahas pengembangan minyak dan gas Greater Sunrise di Laut Timor dengan pemerintah Australia.
Menteri Perminyakan dan Mineral, Víctor da Conceição Soares mengatakan, keberangkatan PM, Taur Matan Ruak akan membahas kerjasama Timor-Leste (TL) dengan pemerintah Australia mengenai kemajuan proyek ladang minyak dan gas Greater Sunrise.
Menteri, Víctor da Conceição Soares kepada wartawan usai bertemu PM Taur, di Farol, Dili, rabu ini, mengatakan sebelumnya telah melakukan diskusi tentang pengembangan dan pengelolaan Minyak di Greater Sunrise untuk kepentingan kedua pihak melalui email dan zoom meeting.
“Sejauh ini dialog antara Australia dan Timor-Leste mengenai sejumlah dokumen untuk pengembangan Greater Sunrise berjalan dengan baik. Dokumen-dokumen tersebut antara lain Petroleum Mining Code (PMC), Production Sharing Contract (PSC), dan Greater Sunrise Special Regime,” ujarnya.
Diungkapkan, TL membutuhkan pertemuan tatap muka untuk membahas pengembangan Greater Sunrise yang lebih dalam antara kedua Negara (Timor-Leste dan Australia). Setelah itu baru dilanjutkan pada diskusi berikutnya antara Timor GAP, Woodside Petroleum , dan Osaka Gas.
Dikatakan, tim Kementerian Perminyakan dan Mineral akan berangkat dengan Perdana Menteri Taur Matan Ruak ke Australia.
“Saya telah memberi tahu kepada Perdana Menteri bahwa tim Kementerian akan berangkat ke Australia dengan Perdana Menteri. Itu dilakukan untuk berjaga-jaga jika beliau membutuhkan dukungan Kementerian selama pertemuan di Australia,” kata Menteri Víctor.
Pemerintah Timor-Leste, pada 16 April 2019, menghabiskan $650 juta untuk membeli saham Royal Dutch Shell dan ConocoPhillips di ladang gas Greater Sunrise. Timor Gap, Perusahaan Minyak Nasional Timor-Leste memiliki 56,56% di ladang Greater Sunrise bersama mitra berkelanjutan, yakni, Woodside (operator) dengan 33,44% dan Osaka Gas mendapatkan 10%.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




