iklan

INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Topan Rai landa Filipina : WFP ingatkan masalah nutrisi dan ketahanan pangan untuk para korban

Topan Rai landa Filipina : WFP ingatkan masalah nutrisi dan ketahanan pangan untuk para korban

Topan Rai terjadi di Filipina. Foto google

DILI, 10 januari 2022 (TATOLI)– Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mengingatkan Filipina tentang masalah  nutrisi dan ketahanan pangan untuk para korban, setelah tiga minggu negara tersebut terkena dampak Topan Rai.

Menurut catatan yang dirilis di situs resmi WFP mengatakan setelah tiga minggu Super Typhoon Odette (dikenal secara internasional sebagai Rai) berisiko di masyarakat dan menghancurkan sebagian besar negara Filipina.

“Super Typhoon Odette meninggalkan jejak kehancuran yang mempengaruhi tujuh juta orang. Kecuali kita bertindak sekarang dan memberikan bantuan makanan yang sangat dibutuhkan kepada keluarga yang terkena dampak. Sebelas dari 17 wilayah Filipina terkena dampaknya ,” kata Country Director WFP di Manila Filipina, Brenda Barton.

Ia menambahkan, menurut data pemerintah terbaru, Topan Rai telah meratakan rumah, dan menghancurkan komunitas pertanian dan nelayan yang menyediakan sumber pendapatan dan mata pencaharian utama.

Dikatakan, hal itu menyebabkan pemadaman listrik dan telekomunikasi besar-besaran yang masih mempengaruhi banyak daerah.Topan Rai merupakan topan terkuat yang menyerang kepulauan Filipina pada 2021 dan membuat pendaratan sembilan kali di atas area seluas Austria selama dua hari.

“Persiapan awal dan tanggapan awal oleh pemerintah patut dipuji. Tingkat kematian relatif rendah dan dukungan darurat diberikan kepada masyarakat. Tetapi jalan menuju pemulihan masih panjang dan lebih banyak dukungan akan dibutuhkan,” tambah Brenda Barton.

Ketahanan pangan dan tingkat kekurangan gizi sebelum topan  di beberapa daerah yang terkena dampak seperti wilayah Caraga, 53% keluarga tidak mampu membeli makanan bergizi. Sementara, pengerdilan masa kanak-kanak adalah 36%. Stunting menunjukkan bahwa anak-anak sudah menderita deprivasi jangka panjang. Status gizi   menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar untuk penyakit dan bahkan kematian.

Untuk mendukung upaya bantuan dan pemulihan yang dipimpin pemerintah, WFP membutuhkan US$ 25,8 juta untuk memberikan bantuan makanan kepada 250.000 korban topan. Di samping logistik darurat dan dukungan telekomunikasi untuk respon topan yang lebih luas. Dari jumlah tersebut, dibutuhkan US$ 20,8 juta untuk bantuan pangan dan tunai selama enam bulan ke depan.

Dijelaskan, awalnya, WFP akan menyediakan makanan untuk menambah paket sembako keluarga yang diberikan oleh Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan esensial mereka sementara harga pangan tetap tidak stabil. Ini akan diikuti dengan bantuan uang tunai, yang akan membantu orang untuk pulih sementara juga merangsang ekonomi di tempat-tempat di mana pasar sudah bangkit dan berjalan.

Sejauh ini, kata Barton bahwa, WFP telah menerima $ 4,7 juta dari Pemerintah Australia, Brasil, Irlandia dan AS, Dana Tanggap Darurat Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (CERF), sektor swasta dan sumbangan individu yang dermawan melalui situs web dan aplikasi Share The Meal WFP.

Ketika Topan Rai melanda, WFP segera mendukung Pemerintah Filipina dalam upaya bantuannya dengan  mengerahkan 113 truk ke DSWD untuk pengiriman paket makanan keluarga, peralatan kebersihan, dan barang-barang bantuan non-makanan lainnya.

Sementara itu, menurut Perwakilan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) di Filipina, Dr. Leila Joudane mengatakan, perempuan dan anak perempuan menjadi lebih rentan terhadap eksploitasi seksual, perdagangan manusia, dan kekerasan berbasis gender setelah bencana alam seperti Topan Rai.

Permintaan pendanaan WFP sebesar $ 25,8 juta untuk membantu 250.000 orang merupakan bagian dari rencana Kebutuhan dan Prioritas Kemanusiaan (HNP) yang bertujuan untuk memobilisasi $ 107,2 juta untuk membantu 530.000 orang yang sebagian besar berada di daerah yang terkena dampak topan dari Desember 2021 hingga Juni 2022.

UNICEF dan Dewan Gizi Nasional ikut memimpin Gugus Gizi nasional yang terdiri dari pemerintah nasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kesehatan Dunia.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!