DILI, 25 Juni 2026 (TATOLI) – Timor-Leste dan Australia memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pelembagaan Dialog Pejabat Tinggi (Senior Officials’ Talks atau SOTs), sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang prioritas.
MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, dan Menteri Luar Negeri Australia, Senator Penny Wong, di Canberra, Australia, Rabu (24/06). Berdasarkan siaran pers MNEC (Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama), disebutkan penandatanganan itu menjadi tonggak penting dalam implementasi Kemitraan Baru untuk Era Baru (Parceria Foun ba Era Foun), yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, saat kunjungan resmi Albanese ke Timor-Leste pada Januari 2026.
Sesuai deklarasi bersama kedua negara, Menteri Luar Negeri Timor-Leste dan Australia diberi mandat untuk mengoordinasikan penyusunan Rencana Aksi Bersama serta memantau pelaksanaannya melalui pertemuan tahunan para pejabat tinggi.
Melalui MoU tersebut, kedua negara membentuk mekanisme yang lebih terstruktur guna memperkuat kerja sama bilateral, mempererat hubungan antarlembaga, serta mendorong hasil nyata di bidang politik, ekonomi, keamanan, dan hubungan antarmasyarakat.
Usai penandatanganan, Menteri Bendito dan Menteri Penny Wong menggelar pertemuan bilateral dalam jamuan sarapan kerja. Keduanya meninjau kemajuan pelaksanaan Kemitraan Baru untuk Era Baru, membahas prioritas Rencana Aksi Bersama, serta mengeksplorasi peluang kerja sama baru.
Pembahasan mencakup dukungan Australia terhadap proses aksesi Timor-Leste ke ASEAN, pembangunan ekonomi, mobilitas tenaga kerja, pendidikan, keamanan kawasan, dan pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang semakin kuat, modern, dan berorientasi pada masa depan guna mendukung perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Menteri Bendito juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly.
Kedua menteri membahas perkembangan implementasi visi bersama kedua pemerintah melalui berbagai program konkret, sekaligus meninjau bidang-bidang prioritas dalam Rencana Aksi Bersama yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Timor-Leste dan Australia.
Pada kesempatan itu, Menteri Bendito menyampaikan apresiasi atas dukungan jangka panjang Australia terhadap pembangunan Timor-Leste, khususnya dalam pengembangan sektor swasta, peningkatan kualitas sumber daya manusia, mobilitas tenaga kerja, serta dukungan terhadap integrasi Timor-Leste ke ASEAN, termasuk persiapan menuju Keketuaan ASEAN pada 2029.
Kedua pihak juga menekankan pentingnya program mobilitas tenaga kerja dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja Timor-Leste. Untuk itu, keduanya sepakat memperkuat pelatihan bahasa Inggris, persiapan sebelum keberangkatan, serta perlindungan bagi pekerja Timor-Leste di Australia.
Selain itu, Bendito dan Anne Aly membahas peluang memperluas kerja sama di sektor pertanian, khususnya pengembangan industri kopi melalui penelitian dan penguatan rantai nilai guna meningkatkan produktivitas serta menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut kembali menegaskan komitmen Timor-Leste dan Australia untuk terus memperkuat kerja sama kelembagaan dan mempercepat implementasi Kemitraan Baru untuk Era Baru melalui dialog yang berkelanjutan, kolaborasi yang lebih erat, serta pelaksanaan berbagai prioritas yang telah disepakati bersama.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




