DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, bersama para pemimpin Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) mengheningkan cipta dan memberikan penghormatan kepada mendiang mantan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL), Francisco Guterres “ Lú Olo”, dalam sebuah acara yang berlangsung di Sekretariat Eksekutif CPLP di Lisboa, Portugal, Senin (22/06).
Penghormatan tersebut dilakukan sebelum dimulainya pertemuan resmi dalam kunjungan kehormatan Perdana Menteri Xanana Gusmão ke markas CPLP yang berlokasi di Rua de São Mamede 21, Portugal.
Sebelum agenda pertemuan dimulai, Sekretaris Eksekutif CPLP sekaligus Duta Besar Angola, Maria de Fátima Monteiro Jardim, mengundang seluruh peserta untuk berdiri dan mengheningkan cipta selama satu menit sebagai bentuk penghormatan kepada mantan Kepala Negara Timor-Leste yang wafat pada Minggu (21/6).
Suasana hening menyelimuti ruangan ketika para pemimpin negara anggota CPLP, diplomat, dan pejabat yang hadir menundukkan kepala untuk mengenang sosok yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Timor-Leste.
Dalam kesempatan tersebut, para pemimpin CPLP menyampaikan solidaritas dan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta seluruh rakyat Timor-Leste yang sedang berduka.
Mereka mengenang Francisco Guterres Lú Olo sebagai seorang pemimpin yang mendedikasikan hidupnya bagi pelayanan publik, perjuangan nasional, dan pembangunan negara. Selama masa kepemimpinannya, Lú Olo juga dinilai berperan dalam memperkuat hubungan Timor-Leste dengan komunitas negara-negara berbahasa Portugis.
Penghormatan di Lisboa berlangsung di tengah masa berkabung nasional yang sedang dijalani Timor-Leste setelah kepergian salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah negara tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Timor-Leste melalui sidang luar biasa Dewan Menteri pada 22 Juni 2026 telah menyetujui pernyataan duka cita nasional dan menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari atas wafatnya mantan Presiden Republik, Ketua Umum Partai FRETILIN, sekaligus tokoh utama perjuangan kemerdekaan nasional itu.
Masa berkabung nasional berlaku di seluruh wilayah Timor-Leste mulai 22 hingga 28 Juni 2026. Selama periode tersebut, bendera nasional dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung pemerintah, kantor diplomatik Timor-Leste di luar negeri, serta kapal milik negara.
Francisco Guterres Lú Olo meninggal dunia pada usia 71 tahun di Prince Court Medical Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06), saat menjalani perawatan medis intensif.
Lahir di Ossu, Kotamadya Viqueque, pada 7 September 1954, Lú Olo mengabdikan sebagian besar hidupnya bagi perjuangan pembebasan nasional Timor-Leste. Setelah wafatnya Konis Santana pada 1998, ia dipercaya memimpin sayap politik perjuangan kemerdekaan Timor-Leste.
Setelah kemerdekaan, ia terpilih sebagai Presiden Majelis Konstituante pada 2001 yang bertugas menyusun Konstitusi Republik. Ia kemudian menjabat sebagai Ketua Parlemen Nasional pertama periode 2002–2007 sebelum terpilih sebagai Presiden Republik pada 2017 dan mengemban jabatan tersebut hingga 2022.
Atas dedikasi dan jasa-jasanya, Lú Olo menerima berbagai penghargaan kenegaraan, termasuk Colár Orden Timor-Leste pada 2009, Grande Colár Orden Timor-Leste pada 2022, serta Grande Colar da Ordem do Infante D. Henrique dari Republik Portugal sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan antara Timor-Leste dan Portugal.
Pemerintah Timor-Leste menyatakan penghormatan yang diberikan di dalam dan luar negeri menunjukkan besarnya pengakuan terhadap warisan perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian Francisco Guterres Lu Olo bagi pembangunan Timor-Leste yang merdeka, demokratis, dan berdaulat.
Sementara itu, kunjungan Perdana Menteri Xanana Gusmão ke Sekretariat Eksekutif CPLP dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama dan hubungan antara Timor-Leste dengan komunitas negara-negara berbahasa Portugis.
Dalam kunjungan tersebut, Xanana didampingi Menteri Kehakiman Sérgio da Costa Hornai, Menteri Pendidikan Dulce de Jesus Soares, Duta Besar Timor-Leste untuk CPLP Natália Carrascalão, Kepala Kantor Perdana Menteri Elizabeth Exposto, serta Inês Araújo Gonçalves.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




