DILI, 12 Juni 2026 (TATOLI) – Timor-Leste naik dua peringkat dalam Global Peace Index 2026 (Indeks Perdamaian Global) 2026, yang diterbitkan oleh Institute for Economics and Peace atau Institut Ekonomi & Perdamaian, kini menempati posisi ke-32 di antara 163 negara dan wilayah yang dievaluasi, dengan skor keseluruhan 1,681.
Negara ini tetap menjadi negara terdamai ke – 3 di Asia Tenggara, setelah Singapura dan Malaysia. Di Asia, Timor-Leste berada di peringkat ke – 9 terbaik, memperkuat reputasinya sebagai negara yang stabil dan aman.
Indeks tersebut mengklasifikasikan Timor-Leste dalam kategori “tingkat perdamaian tinggi”, menyoroti stabilitas sosial, tingkat konflik yang rendah, dan konsolidasi keamanan internal.
Indeks Perdamaian Global didasarkan pada 23 indikator kuantitatif dan kualitatif, yang dikelompokkan menjadi tiga domain utama yaitu :
- Keamanan dan perlindungan sosial, menekankan tingkat kejahatan yang rendah, stabilitas internal, dan kohesi sosial
- Konflik internal dan eksternal yang sedang berlangsung, mencerminkan tidak adanya konflik bersenjata yang signifikan dan sikap internasional yang stabil
- Militerisasi, dengan tingkat pengeluaran dan kapasitas militer yang moderat dan proporsional dengan konteks nasional.
Menurut Institut Ekonomi & Perdamaian, peningkatan peringkat Timor-Leste merupakan hasil dari keberlanjutan kebijakan pembangunan perdamaian, penguatan institusi, dan pemeliharaan stabilitas sosial.
Setelah laporan tersebut dirilis, Presiden Republik, José Ramos-Horta, dan Pemerintah menyambut baik hasil yang dicapai, yang sekali lagi menempatkan negara ini di antara negara-negara paling damai di dunia.
Indeks Perdamaian Global adalah salah satu tolok ukur internasional terkemuka untuk menilai tingkat perdamaian dan keamanan, yang setiap tahunnya menganalisis 163 negara dan wilayah berdasarkan indikator yang berkaitan dengan keamanan, konflik, dan militerisasi.
Tim TATOLI




