ERMERA, 11 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste dan Pemerintah Australia secara resmi meresmikan Proyek Demonstrasi Jalan Beton Bertulang Serat (Fiber Reinforced Concrete/FRC) pertama di Timor-Leste yang berlokasi di Desa Lihu, Samalete dan Railaco Craic, Daerah Administrasi Railaco, Kotamadya Ermera.
Proyek rehabilitasi dan pemeliharaan jalan sepanjang enam kilometer tersebut menelan investasi sebesar US$454.260,94 yang didanai melalui kemitraan Pemerintah Australia dengan dukungan program PARTISIPA. Proyek ini bertujuan memperkenalkan teknologi jalan yang lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat pedesaan.
Peresmian proyek dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal, bersama Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, dan Perwakilan Otoritas Kotamadya Ermera. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah, pemimpin komunitas, dan masyarakat dari wilayah penerima manfaat.
Proyek ini menjadi demonstrasi pertama penggunaan teknologi Fiber Reinforced Concrete (FRC) di Timor-Leste sebagai bagian dari upaya mengembangkan infrastruktur jalan yang inovatif, tahan lama, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
Teknologi FRC menggabungkan serat makro polipropilena ke dalam campuran beton untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan struktur jalan. Melalui proyek demonstrasi ini, sebagian ruas jalan pedesaan yang sebelumnya berupa jalan tanah dan kerikil telah ditingkatkan menjadi jalan beton bertulang serat yang diperkirakan memiliki umur layanan lebih panjang dibandingkan metode konstruksi konvensional.

Peningkatan kualitas jalan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan berbagai layanan dasar lainnya, terutama pada musim hujan ketika banyak ruas jalan pedesaan mengalami kerusakan dan sulit dilalui.
Berdasarkan informasi teknis proyek, pekerjaan dilaksanakan melalui kontrak nomor MOP/PARTISIPA/PT/01-2024 dengan masa pelaksanaan enam bulan oleh perusahaan lokal Doben Unipessoal Lda.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup pembangunan drainase, pekerjaan tanah, lapisan pondasi dan perkerasan jalan, struktur beton M20 dan FRC-M20, pasangan batu, gabion, pemasangan rambu lalu lintas, patok jalan, bio-engineering, serta pemeliharaan non-rutin. Proyek ini juga menekankan keterlibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan pekerjaan guna mendukung keberlanjutan pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan.
Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal mengatakan proyek tersebut merupakan proyek percontohan yang dirancang untuk menunjukkan efektivitas penggunaan serat dalam campuran material konstruksi.
“Ini merupakan proyek percontohan untuk mendemonstrasikan penggunaan serat yang dapat dicampurkan dengan material konstruksi lainnya seperti semen, tanah, dan kerikil guna menghasilkan kualitas konstruksi yang lebih kuat selama pelaksanaan,” kata Marçal di Railaco Craic.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berencana menerapkan teknologi serupa di 10 lokasi lain di seluruh wilayah nasional dengan menggunakan anggaran pemerintah.
Menurut Marçal, hasil proyek percontohan di Ermera akan menjadi referensi penting bagi perluasan penggunaan teknologi FRC di berbagai kotamadya lainnya guna memperkuat konektivitas pedesaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, menegaskan komitmen Australia untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan di Timor-Leste.
“Pemerintah Australia bangga bermitra dengan Pemerintah Timor-Leste untuk menghadirkan jalan yang tahan terhadap perubahan iklim. Dengan memperkenalkan teknologi inovatif Fiber Reinforced Concrete (FRC), kami membangun infrastruktur yang lebih tahan lama sehingga menjamin akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat lokal, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Saat ini, proyek FRC serupa juga sedang dilaksanakan di Daerah Administrasi Maubisse, Kotamadya Ainaro, dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Total anggaran untuk proyek percontohan FRC di Railaco dan Maubisse mencapai hampir US$1 juta.
Kepala Suku Lihu, Bernardo dos Santos Babo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia melalui program PARTISIPA dan Kementerian Pekerjaan Umum atas dukungan yang telah menghadirkan jalan berkualitas bagi masyarakat pedesaan.
Menurutnya, jalan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Railaco, tetapi juga membuka akses yang lebih baik menuju Kotamadya Aileu dan wilayah sekitarnya.
“Jalan ini lebih luas dan memudahkan masyarakat dari desa ini menuju desa-desa lainnya, termasuk ke Kotamadya Aileu. Bahkan sebagian warga Liquiçá yang tinggal di sekitar Railaco lebih memilih menggunakan jalur ini karena tidak perlu lagi melalui Dili untuk menuju Aileu,” katanya.
Direktur perusahaan pelaksana Doben Unipessoal Lda, Francisco de Jesus, mengatakan pihaknya bangga dapat terlibat dalam proyek yang menggunakan teknologi baru tersebut.
“Jalan ini berbeda dari jalan pada umumnya karena menggunakan beton dengan teknologi baru. Para insinyur menjelaskan bahwa teknologi ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebagai perusahaan lokal, kami siap melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Proyek Demonstrasi Jalan Beton Bertulang Serat ini sejalan dengan tujuan Rencana Strategis Pembangunan Timor-Leste dan prioritas IX Pemerintah Konstitusional yang menitikberatkan pada rehabilitasi jaringan jalan nasional serta pemberdayaan kontraktor lokal dalam pembangunan infrastruktur pedesaan.
Melalui peluncuran proyek ini, Timor-Leste memulai langkah baru dalam pemanfaatan teknologi konstruksi modern yang diharapkan dapat mengurangi biaya pemeliharaan jalan di masa depan sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap dampak perubahan iklim.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




