iklan

EKONOMI, HEADLINE

Investasi Jepang makin nyata, Tsuneishi Shipbuilding kembali rekrut 19 lulusan UNTL

Investasi Jepang makin nyata, Tsuneishi Shipbuilding kembali rekrut 19 lulusan UNTL

Presiden Republik, José Ramos-Horta berpartisipasi dalam Welcoming Ceremony for New Employees 2026 yang diadakan oleh Tsuneishi Timor Shipbuilding, Unipessoal, LDA, di Conference Room Hotel Timor, Dili, Rabu (10/06). Foto Tatoli/Egas Cristovão

DILI, 10 Juni 2026 (TATOLI) – Komitmen investasi Jepang di Timor-Leste semakin menunjukkan perkembangan nyata. Tsuneishi Timor Shipbuilding, Unipessoal, LDA., perusahaan yang dibentuk sebagai entitas lokal dari Tsuneishi Shipbuilding Jepang, kembali merekrut 19 lulusan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) untuk mendukung pengembangan industri galangan kapal di Timor-Leste.

Perekrutan tersebut diumumkan dalam kegiatan Welcoming Ceremony for New Employees 2026 yang berlangsung di Conference Room Hotel Timor, Dili, Rabu ini.

Acara tersebut dihadiri Presiden Republik, José Ramos-Horta, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, perwakilan UNTL, manajemen Tsuneishi Shipbuilding dari Jepang, serta perwakilan Tsuneishi Technical Services Philippines (TTS Philippines).

Sebanyak 19 karyawan baru yang diterima berasal dari enam program studi, yaitu Nutrisi, Geologi, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknologi Informasi (IT).

Berita terkait : Investasi Tsuneishi ShipBuilding dalam tahap survei dan pemberdayaan SDM

Kelompok tersebut merupakan batch ketiga dalam program pengembangan sumber daya manusia lokal yang dijalankan perusahaan sejak 2024. Sebelumnya, Tsuneishi telah merekrut hampir 40 lulusan UNTL melalui dua gelombang perekrutan yang mayoritas berasal dari bidang teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, dan teknologi informasi.


Perusahaan Tsuneishi Timor Shipbuilding, Unipessoal, LDA. kembali merekrut 19 lulusan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) untuk mendukung pengembangan industri galangan kapal di Timor-Leste. Foto Tatoli/Egas Cristovão

Masuknya lulusan dari bidang Nutrisi dan Geologi pada tahun ini menunjukkan semakin luasnya kebutuhan tenaga kerja yang dipersiapkan perusahaan, tidak hanya untuk mendukung pekerjaan teknis galangan kapal, tetapi juga bidang kesehatan kerja, keselamatan, pengelolaan lingkungan, survei geologi, dan pengembangan kawasan industri.

Tsuneishi Timor Shipbuilding merupakan bagian dari rencana investasi Tsuneishi Shipbuilding Jepang di Laleia, Kotamadya Manatuto, yang diproyeksikan menjadi salah satu kawasan industri maritim terbesar di Timor-Leste. Selain pembangunan galangan kapal, proyek tersebut juga mencakup pembangunan pelabuhan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Ketua dan Chief Executive Officer Tsuneishi Shipbuilding, Sachio Okumura, mengatakan perekrutan tenaga muda Timor-Leste merupakan bagian penting dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun industri maritim yang berkelanjutan di negara ini.

“Sejak 2024, kami telah merekrut banyak talenta muda dari Timor-Leste dan memberikan pelatihan teknis serta profesional di Jepang. Selama tiga tahun terakhir, total 79 warga Timor-Leste telah menjadi bagian dari keluarga Tsuneishi,” kata Okumura.

Ia mengungkapkan bahwa para karyawan baru akan memulai karier mereka di Departemen Desain Tsuneishi Timor Shipbuilding (TTS), sebuah program yang mulai dijalankan pada 2024 dan terus berkembang hingga saat ini.

“Kalian akan menemukan samudra peluang yang tak terbatas di depan mata. Mungkin akan ada tantangan dan kesulitan, tetapi ingatlah bahwa kalian tidak sendiri. Kalian memiliki rekan-rekan di Jepang, Filipina, dan Tiongkok yang siap mendukung perjalanan kalian,” ujarnya.

Berita terkait : Tsuneishi Shipbuilding uji 36 calon peserta TIT ke Jepang

Okumura juga mendorong para lulusan muda tersebut untuk menjadikan nilai utama perusahaan, yakni “Challenge”, sebagai pedoman dalam bekerja.

“Jangan takut melakukan kesalahan. Belajarlah dari kesalahan itu, pelihara ambisi kalian, dan teruslah berjuang mencapai tujuan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan karyawan baru, Flaviana Maria Leon, menyampaikan apresiasi kepada Tsuneishi Shipbuilding atas kesempatan yang diberikan kepada generasi muda Timor-Leste untuk berkembang di sektor industri modern.

Menurut Flaviana, kehadiran Tsuneishi sejak dua tahun terakhir telah membuka harapan baru bagi banyak anak muda di Timor-Leste.

“Dua tahun lalu Tsuneishi memulai perjalanannya di Timor-Leste dan membawa harapan baru bagi banyak anak muda di negara ini. Hari ini, harapan itu telah menjadi kenyataan,” katanya.

Ia mengatakan para lulusan yang direkrut datang dengan mimpi, semangat belajar, dan komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

“Kami berharap suatu hari nanti dapat melihat kapal-kapal yang dirancang dan dibangun oleh tenaga profesional Timor-Leste, yang dengan bangga membawa nama negara kami ke dunia internasional,” ujarnya.

Flaviana menegaskan bahwa para karyawan baru tidak hanya ingin mengembangkan kemampuan pribadi, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri maritim nasional.

“Kami berada di sini bukan hanya untuk mengembangkan diri, tetapi juga untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi Tsuneishi Timor Shipbuilding dan masa depan industri maritim di Timor-Leste,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seluruh karyawan baru berkomitmen untuk terus belajar dari para senior, saling mendukung, bekerja sebagai satu tim, serta memberikan yang terbaik demi mewujudkan cita-cita bersama.

Investasi Tsuneishi Shipbuilding di Timor-Leste dinilai sebagai salah satu proyek industrialisasi terbesar yang sedang dipersiapkan di negara ini. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda, proyek tersebut juga diharapkan menjadi sarana transfer teknologi dan pengembangan tenaga kerja terampil yang akan mendukung transformasi ekonomi Timor-Leste di masa depan.

Dengan total 79 warga Timor-Leste yang telah direkrut sejak 2024 dan sebagian di antaranya telah mengikuti pelatihan teknis di Jepang, Tsuneishi semakin mempertegas komitmennya untuk menjadikan sumber daya manusia lokal sebagai fondasi utama pembangunan industri galangan kapal di Manatuto.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!