iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

PM Xanana soroti ancaman iklim dan dampaknya bagi kawasan ASEAN

PM Xanana soroti ancaman iklim dan dampaknya bagi kawasan ASEAN

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, berpidato pada pertemuan Timor-Leste Development Partners Meeting (TLDPM) 2026 yang diadakan di aula Kementerian Keuangan, Dili, Senin (25/05). Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 25 Mei 2026 (TATOLI) — Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyoroti ancaman perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat dan stabilitas keamanan kawasan ASEAN di tengah meningkatnya risiko bencana alam, krisis pangan, hingga ketegangan sosial di Asia Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan Xanana Gusmão dalam pidatonya pada pertemuan Timor-Leste Development Partners Meeting (TLDPM) 2026 yang digelar di aula Kementerian Keuangan, Senin ini.

Dalam pidatonya, PM Xanana mengatakan keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN yang diformalkan pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur pada Oktober 2025 menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan 24 tahun restorasi kemerdekaan Timor-Leste. Menurutnya, integrasi ASEAN bukan hanya soal ekonomi dan geopolitik, tetapi juga bagian dari upaya membangun perdamaian, keamanan, dan masa depan bersama di kawasan Asia Tenggara.

“Bagi rakyat Timor-Leste, menjadi bagian dari ASEAN berarti lebih dari sekadar integrasi geopolitik dan sosial ekonomi. ASEAN adalah keluarga manusia tempat kita ingin tumbuh dan berkembang bersama,” ujar Xanana.

Ia menegaskan ASEAN merupakan platform penting untuk memperkuat integrasi ekonomi, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, serta menjaga identitas budaya dan lingkungan, khususnya lingkungan laut.

Namun demikian, PM Xanana mengingatkan kawasan ASEAN saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, ancaman keamanan regional, hingga dampak perubahan iklim.

Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar telah memperburuk ketahanan pangan, terutama bagi negara-negara pengimpor seperti Timor-Leste. Karena itu, Timor-Leste mendorong ASEAN memperkuat sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan dapat diakses seluruh masyarakat.

Di sektor energi, Timor-Leste juga berkomitmen mengembangkan sektor energi dan perminyakan nasional guna mendukung ketahanan energi kolektif ASEAN.

Selain isu ekonomi, PM Xanana turut menyoroti ancaman kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia dan kejahatan siber yang dinilai dapat melemahkan stabilitas kawasan dan pembangunan berkelanjutan.

“Keamanan masyarakat merupakan salah satu pilar utama ASEAN. Hanya melalui kerja sama erat antarnegara di kawasan, ASEAN dapat melindungi warganya dari berbagai krisis eksternal,” katanya.

Xanana menekankan bahwa keamanan ASEAN tidak dapat dipisahkan dari ancaman perubahan iklim yang semakin nyata di kawasan Asia Tenggara.

Ia mengatakan ASEAN merupakan salah satu kawasan yang sangat rentan terhadap banjir, kekeringan, badai tropis, kenaikan permukaan laut, dan degradasi lingkungan.

“Fenomena ini mengancam kehidupan, mata pencaharian, dan sumber pangan masyarakat. Bahkan dapat memicu perpindahan penduduk dan meningkatkan risiko ketegangan sosial maupun konflik,” ujar PM Xanana.

Karena itu, ia menilai investasi pada adaptasi perubahan iklim, pembangunan infrastruktur yang aman, sistem peringatan dini, serta model pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi biru juga merupakan investasi bagi keamanan masyarakat ASEAN.

Kepala Pemerintah itu menambahkan, melalui mekanisme kerja sama ASEAN, negara-negara anggota akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan global melalui pertukaran informasi, pencegahan, dan respons bersama demi menciptakan masa depan kawasan yang lebih tangguh dan stabil.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!