DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa berbagai kunjungan luar negeri dan diplomasi internasional yang dilakukannya selama masa jabatan bertujuan membawa Timor-Leste keluar dari isolasi dan memperkuat posisi negara di dunia internasional.
Menurut Kepala Negara, Konstitusi Timor-Leste memberikan peran aktif kepada Presiden Republik dalam hubungan luar negeri bersama Pemerintah, sehingga diplomasi internasional tidak dapat dipandang semata-mata sebagai pengeluaran negara.
“Sebagian orang memandang hubungan internasional hanya sebagai sumber pengeluaran. Namun, pandangan itu sangat sempit karena menyamakan harga tiket pesawat dengan nilai jaringan mitra dan persahabatan internasional,” ujar Presiden Ramos-Horta dalam pidato peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05) di Tasi tolu, Dili.
Ia menilai bahwa bagi negara muda seperti Timor-Leste, isolasi justru menjadi biaya paling mahal karena dapat merugikan negara dalam bidang investasi, keamanan, serta masa depan kawasan Asia Tenggara.
Presiden Ramos-Horta mengatakan sejak awal masa jabatannya ia berkomitmen mempromosikan Timor-Leste kepada dunia melalui penguatan hubungan strategis dan partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional seperti ASEAN, Comunidade dos Países de Língua Portuguesa (CPLP), Forum Kepulauan Pasifik, grup g7+, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Ramos-Horta, Timor-Leste kini tidak lagi hanya dikenal sebagai penerima solidaritas internasional, tetapi mulai menjadi negara yang aktif berpartisipasi, berdialog, dan menyampaikan gagasan di tingkat global.
“Kita membawa negara ini keluar dari isolasi, membangun kembali hubungan strategis dan mengibarkan bendera kita di hadapan mitra-mitra penting dunia,” katanya.
Dalam pidatonya, Ramos-Horta mengungkapkan telah bertemu dengan puluhan kepala negara dan pemimpin dunia dari sedikitnya 23 negara, termasuk Indonesia, Jepang, China, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, Portugal, Prancis, Jerman, Brasil, Vatikan, dan Korea Selatan.
Ia menjelaskan bahwa kontak diplomatik tersebut mencakup lebih dari 100 pertemuan internasional tingkat tinggi yang dilakukan melalui kunjungan resmi maupun forum multilateral.
Presiden Republik menambahkan bahwa diplomasi Timor-Leste juga membawa pesan pengalaman bangsa dalam perjuangan kemerdekaan, rekonsiliasi, dan pembangunan perdamaian yang hingga kini masih dihargai masyarakat internasional.
“Sepanjang perjalanan ini, saya selalu berupaya memastikan bahwa kehadiran internasional Timor-Leste mencerminkan pengalaman unik bangsa kita dalam perlawanan, rekonsiliasi, dan pembangunan perdamaian,” tutur Ramos-Horta.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




