DILI, 11 Mei 2026 (TATOLI) – Parlemen Nasional (PN) melalui sidang pleno, Senin ini, dengan suara bulat setujui ‘votos de pesar’ (suara belasungkawa) yang tulus atas wafatnya aktivis internasional John Miller pada 21 april 2026 di New York.
Para anggota parlemen menyetujui suara belasungkawa tersebut melalui pemungutan suara dengan 55 suara mendukung, dan tidak ada suara yang menolak dan abstain.
Berdasarkan teks PN yang dibacakan oleh Sekretaris Meja Parlemen, Bendita Moniz, mengatakan bahwa karena dedikasi mendiang John Miller yang tak ternilai harganya terhadap perjuangan pembebasan nasional dan kontribusinya terhadap pembangunan Timor-Leste, maka Parlemen mengadakan sidang pleno untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya mendiang.
Parlemen menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, kepada organisasi ETAN (East Timor and Indonesia Action Network), dan rakyat Timor-Leste yang kehilangan seorang sahabat solidaritas yang berjuang membela kepentingan nasional negara ini.
“Prinsip dan nilai-nilainya dalam perjuangan membela hak-hak rakyat akan terus hidup di hati dan ingatan rakyat Timor-Leste. Semoga Tuhan menerimanya di surga, amin,” katanya.
Perlu diingat bahwa John Miller wafat pada 23 April 2026 di New York, pada usia 70 tahun karena serangan jantung. Almarhum adalah koordinator nasional dan pendiri organisasi ETAN. Sepanjang hidupnya, beliau mengabdikan diri untuk perdamaian, keadilan, hak asasi manusia, dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Timor-Leste.
Semasa hidupnya, John dikenal sebagai salah satu penggerak utama solidaritas internasional untuk Timor-Leste melalui ETAN, organisasi yang ia dirikan pada 1991 setelah tragedi Santa Cruz massacre di Dili.
John M. Miller menjabat sebagai Koordinator Nasional ETAN sejak akhir 1990-an dan aktif dalam berbagai kampanye advokasi, termasuk isu hak asasi manusia di Timor-Leste, Indonesia, dan Papua Barat. Ia juga terlibat dalam misi pengamat referendum 1999 serta berbagai forum internasional.
Sepanjang kariernya, John juga dikenal sebagai penulis dan editor berbagai publikasi advokasi serta kerap tampil di media internasional untuk menyuarakan isu keadilan dan demokrasi.
Tim TATOLI




