DILI, 06 Mei 2026 (TATOLI)— Paus Leo XIV menegaskan bahwa misi Gereja Katolik adalah mewartakan Injil dan menyerukan perdamaian, sambil menekankan bahwa Gereja secara konsisten menolak penggunaan senjata nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV sebelum kembali ke Roma dari Castel Gandolfo pada Selasa (05/05), ketika menanggapi kritik terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Misi Gereja adalah mewartakan Injil dan memberitakan perdamaian. Jika seseorang ingin mengkritik saya karena mewartakan Injil, maka lakukanlah dengan berdasarkan kebenaran,” ujar Paus Leo XIV kepada wartawan di luar Villa Barberini, kediamannya di Castel Gandolfo, dikutip Tatoli dari Vatican News.
Paus juga menegaskan bahwa Gereja Katolik selama bertahun-tahun telah berbicara menentang seluruh bentuk senjata nuklir.
“Selama bertahun-tahun Gereja telah berbicara menentang semua senjata nuklir, jadi tidak ada keraguan mengenai hal itu,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Trump mengklaim bahwa Paus menganggap Iran boleh memiliki senjata nuklir, yang menurutnya dapat membahayakan umat Katolik.
Menanggapi hal itu, Paus Leo XIV menekankan bahwa dirinya hanya berharap didengarkan berdasarkan nilai firman Tuhan.
“Saya sudah berbicara dengan jelas sejak pertama kali terpilih, dan sekarang kita hampir memasuki peringatan satu tahun. Saya mengatakan: ‘Damai besertamu’,” ungkap Paus.
Selain itu, Paus Leo XIV juga menyinggung rencana pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 07 Mei.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat berlangsung dengan dialog yang baik, penuh kepercayaan dan keterbukaan, sehingga kedua pihak dapat saling memahami dengan baik.
“Saya pikir isu yang ia bawa bukan hanya isu hari ini. Kita akan melihat nanti,” tambah Paus Leo XIV, kembali merujuk pada komentar Presiden Trump.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




