DILI, 30 April 2026 (TATOLI) — Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCI-TL) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yamamoto Yasushi, dalam upaya memperkuat kolaborasi sektor swasta guna mendorong peningkatan investasi di Timor-Leste.
Kunjungan yang berlangsung di gedung CCI-TL, Dili, tersebut difokuskan pada pembahasan peluang kerja sama di masa depan, khususnya setelah Timor-Leste resmi bergabung dengan ASEAN, yang dinilai membuka akses lebih luas bagi investor asing, termasuk dari Jepang.
Duta Besar Yamamoto menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk berdialog langsung dengan CCI-TL dan menegaskan tingginya minat perusahaan Jepang untuk berinvestasi di Timor-Leste.
“Saya pikir ini adalah kesempatan yang baik bagi sektor swasta kedua negara untuk bekerja sama di masa depan,” ujar Yamamoto.
Sementara itu, Ketua CCI-TL, Jorge Serrano, menilai kunjungan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin antara kedua negara.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum awal untuk mengidentifikasi prioritas kerja sama antara pelaku usaha Timor-Leste dan Jepang, mengingat Jepang merupakan mitra penting yang telah lama berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Ia juga menyoroti peran sejumlah perusahaan Jepang yang telah menunjukkan komitmennya untuk berinvestasi di Timor-Leste, seperti Tsuneishi Timor Shipbuilding yang berencana mengembangkan galangan kapal di Laleia, serta ITOCHU Corporation yang akan melaksanakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Manatutu.
Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama sektor swasta antara kedua negara diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami ingin melanjutkan kontak sektor swasta antara Timor-Leste dan Jepang, karena mereka ingin mendorong investor Jepang untuk berinvestasi di Timor sehingga kita dapat mengembangkan negara ini bersama-sama, terutama untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Timor,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




