DILI, 19 April 2026 (TATOLI) – Paus Leo mendorong kepedulian dan tanggung jawab global dalam mengatasi krisis pangan saat melanjutkan kunjungan apostoliknya di Afrika, yang memasuki hari kelima dengan agenda utama di Douala, Kamerun pada 18 April 2026.
Dalam Misa Kudus yang dihadiri puluhan ribu umat, Paus Leo menyoroti realitas kelaparan yang masih dialami banyak masyarakat, seraya mengajak semua pihak untuk bertindak nyata melalui solidaritas dan semangat berbagi.
“Lihatlah mereka yang lapar dan terbebani, lalu tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat kita lakukan,” ujarnya dalam homili.
Ia menegaskan bahwa krisis pangan bukan hanya persoalan kekurangan sumber daya, tetapi juga kurangnya kepedulian dan distribusi yang adil.
“Tidak ada yang akan kelaparan jika kita mau berbagi dengan tulus, bukan mengambil untuk diri sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo juga mengingatkan bahwa banyak negara di Afrika masih menghadapi tantangan kemiskinan dan ketahanan pangan, termasuk Kamerun, di mana jutaan orang masih hidup dalam kondisi kekurangan pangan.
Selain memimpin Misa di Douala, Paus Leo juga melakukan pertemuan dengan kaum muda di Yaoundé. Dalam dialog tersebut, ia mendorong generasi muda untuk memiliki “kegelisahan yang baik” dalam menghadapi ketidakadilan sosial, serta berperan aktif dalam menciptakan perubahan.
“Kegelisahan itu harus mendorong kita untuk bertindak dan memperjuangkan kebaikan bersama,” katanya.
Kunjungan Paus Leo ke Afrika berlangsung pada 13 hingga 23 April 2026, mencakup beberapa negara, termasuk Aljazair, Kamerun, Angola, dan Guinea Khatulistiwa.
Melalui kunjungan ini, Paus Leo menegaskan komitmen Gereja Katolik dalam mendorong solidaritas global, khususnya dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan krisis pangan yang masih melanda berbagai belahan dunia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




