iklan

HUKUM

Pemerintah tinjau hasil audit forensik Pesawat Twin Otter dan Kapal Haksolok

Pemerintah tinjau hasil audit forensik Pesawat Twin Otter dan Kapal Haksolok

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, memimpin rapat Dewan Menteri, di kantor Pemerintah, Rabu (18/03). Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 18 Maret 2026 (TATOLI) — Pemerintah melalui Dewan Menteri meninjau hasil audit forensik terkait pengadaan dan pengelolaan pesawat Twin Otter serta pembangunan kapal Haksolok, dalam rapat yang digelar di Kantor Pemerintah, Dili, pada Rabu ini.

Audit forensik tersebut dilakukan oleh EY Portugal, yang merupakan bagian dari jaringan internasional Ernst & Young, salah satu organisasi layanan profesional terbesar di dunia dengan pengalaman luas dalam mengaudit entitas publik dan swasta.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Menteri menerima penjelasan rinci mengenai proses pengadaan, pengelolaan pesawat Twin Otter, serta pembangunan kapal Haksolok yang berada di bawah pengawasan Otoritas Kawasan Administratif Khusus Oe-Cusse Ambeno (RAEOA).

Selain itu, dipaparkan pula kesimpulan utama dari audit forensik yang bertujuan memastikan transparansi, efisiensi, dan kepatuhan dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut.

Pesawat Twin Otter, khususnya seri DHC-6-400, memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas domestik di Timor-Leste. Pesawat ini sebelumnya menjadi tulang punggung transportasi udara untuk menghubungkan Dili dengan wilayah eksklave Oecusse dan Pulau Atauro, berkat kemampuannya melakukan lepas landas dan mendarat di landasan pendek (Short Take-off and Landing/STOL).

Sejak April 2024, rute domestik Dili–Oecusse yang sebelumnya dilayani oleh unit Twin Otter milik ZEESM TL telah dialihkan kepada maskapai Aero Dili. Maskapai tersebut kini mengoperasikan pesawat berkapasitas lebih besar seperti Airbus A320 dan Airbus A319 untuk melayani rute tersebut.

Sementara itu, unit Twin Otter DHC-6-400 yang sebelumnya digunakan dilaporkan dalam kondisi tidak beroperasi (parked) sejak 2024.

Di sisi lain, proyek pembangunan kapal Haksolok hingga awal 2026 masih menghadapi berbagai kendala. Kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) tersebut dirancang untuk mengangkut penumpang dan kendaraan guna memperkuat konektivitas antara Dili, Oecusse, dan Pulau Atauro.

Namun, kapal tersebut dilaporkan belum tiba di Timor-Leste dan masih berada di galangan kapal di Portugal. Pemerintah melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi bahkan telah menangguhkan pembiayaan proyek tersebut, setelah lebih dari satu dekade pengerjaan tanpa kejelasan penyelesaian.

Selain itu, proses pengadaan kapal Haksolok saat ini tengah dalam tahap investigasi oleh Kejaksaan Agung. Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan dana sekitar 16 juta Euro sejak 2016 untuk proyek tersebut, meskipun pembangunan fisik kapal baru mencapai sekitar 75 hingga 80 persen.

Untuk diketahui, Audit forensik adalah proses investigasi mendalam terhadap catatan keuangan dan transaksi untuk mendeteksi, mencegah, dan mengungkap kecurangan (fraud) atau tindak pidana ekonomi. Ini menggabungkan keahlian akuntansi, auditing, dan hukum untuk menghasilkan bukti yang sah dan dapat digunakan dalam persidangan (litigasi).

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!