DILI, 17 Desember 2025 (TATOLI)— Dewan Menteri Timor-Leste menyetujui Peta Jalan Nasional Pengembangan Pasar Perumahan sebagai langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.
Peta Jalan tersebut menetapkan visi komprehensif pengembangan sektor perumahan yang disusun berdasarkan empat pilar utama, yakni menjamin hak atas tanah dan perumahan, memperluas akses terhadap solusi perumahan yang layak dan tangguh, mengembangkan sistem pembiayaan keluarga, serta membangun kerangka kelembagaan dan basis data yang mendukung kebijakan jangka panjang.
“Pendekatan yang diadopsi dalam Peta Jalan ini mengikuti siklus aksi dan pembelajaran melalui tahapan pelaksanaan, evaluasi, dan perluasan, sehingga solusi perumahan dapat diuji di lapangan, diintegrasikan ke dalam kebijakan publik, dan dikonsolidasikan menjadi model yang efektif,” ungkap hasil laporan Dewan Menteri, yang diakses Tatoli, Rabu ini.
Di antara fokus utama yang tercantum dalam dokumen tersebut adalah penguatan sistem administrasi pertanahan, analisis kebutuhan pasar perumahan secara rinci, promosi praktik konstruksi yang tangguh, serta diversifikasi pasokan perumahan.
Diversifikasi ini mencakup proyek yang dipimpin sektor swasta, pembangunan mandiri, serta perumahan komunitas dan vertikal yang dipromosikan Pemerintah.
Selain itu, Peta Jalan juga mempertimbangkan pengembangan bertahap instrumen keuangan untuk memudahkan akses keluarga terhadap solusi perumahan yang sesuai, dengan berpedoman pada model dan regulasi yang ditetapkan Bank Sentral Timor-Leste.
Melalui inisiatif ini, Pemerintah berupaya menjamin pemenuhan hak atas perumahan yang layak sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi dan Program Pemerintahan Konstitusional ke-IX.
Perlu diketahui pada 27 Agustus 2025, Dewan Menteri juga menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah tentang pembentukan Komite Pengarah yang bertugas menyusun Peta Jalan Nasional Pengembangan Pasar Perumahan. Resolusi tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat, Mariano Assanami Sabino, bersama Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis, Gastão de Sousa.
Selain itu, pada 06 Maret 2025, Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis (MPIE), Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), dan International Finance Corporation (IFC) menyelenggarakan Forum Pengembangan Pasar Perumahan pertama di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan.
Dalam forum tersebut, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay yang mewakili Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão menegaskan pentingnya menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, termasuk dalam sektor perumahan. Ia menyatakan Pemerintah berkomitmen membangun fondasi sektor perumahan yang mencakup perencanaan kota terpadu, infrastruktur dasar, serta sistem administrasi pertanahan dan keuangan yang efisien.
Selain itu, Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis, Gastão de Sousa, menekankan bahwa forum tersebut mempertemukan sektor publik dan swasta untuk membahas tantangan serta peluang pembangunan perumahan yang aman, terjangkau, dan berkualitas, termasuk isu urbanisasi cepat di Dili.
Pada kesempatan yang sama, IFC meluncurkan laporan berjudul “Membangun Masa Depan: Memajukan Pembiayaan Perumahan di Timor-Leste”. Perwakilan IFC, David Freedman, menegaskan bahwa akses terhadap perumahan berkualitas merupakan hak asasi manusia sekaligus pendorong kemajuan sosial dan ekonomi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun tunawisma bukan persoalan utama, Timor-Leste masih menghadapi tantangan kebijakan dan regulasi di sektor perumahan. Dengan kebijakan yang tepat, potensi pembiayaan perumahan di negara ini diperkirakan dapat mencapai 544 juta dolar AS pada 2030.
Melalui pembentukan Komite Pengarah, Pemerintah berharap dapat mempercepat perumusan strategi nasional yang menyeluruh, memperkuat koordinasi antar lembaga, serta mewujudkan pasar perumahan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




