DILI, 01 Desember 2025 (TATOLI)— Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, mengatakan negosiasi perbatasan darat antara Timor-Leste dan Indonesia di Batugade kotamadya Bobonaro hingga Salele kotamadya Covalima tidak lagi dalam sengketa dan pembahasan antara kedua negara telah rampung.
“Kami telah melakukan banyak negosiasi dengan Indonesia, terutama pembahasan perbatasan darat dari Batugade hingga Salele telah diselesaikan, baik secara teknis, politik, maupun hukum,” kata Roberto Soares dalam program Entrevista Eskluziva Tatoli di Farol, Dili, senin ini.
Ia mengatakan, saat ini terdapat perjanjian sementara yang ditandatangani pada tahun 2005, dimana beberapa tempat di perbatasan utama belum mencapai kesepakatan, seperti di Tapo, Memo (Bobonaro), namun di tahun 2013, kedua negara berhasil menyelesaikan dan tidak ada lagi sengketa.
“Jadi sekarang sudah ada layanan teknis untuk memasang tanda di garis batas. Ketika setiap tahun di musim hujan sungai merusak tanda tersebut, tim teknisi tetap melakukan kontrol dan pemeliharaan. Ini layanan terkoordinasi antara kedua (2) negara dan teknisi dari kedua (2) negara,” pungkasnya.
Perbatasan darat antara Indonesia dan Timor-Leste membentang sepanjang 268,8 km. Selain itu, terdapat juga perbatasan antara Kabupaten Kupang-Indonesia dan Oecusse, Ambeno di Timor-Leste.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




