DILI, 23 November 2025 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menegaskan komitmen ASEAN untuk mendukung integrasi Timor-Leste (TL) ke dalam Pasar Penerbangan Tunggal ASEAN (ASEAN Single Aviation Market).
Sesuai siaran pers yang diakses TATOLI, hal ini disampaikkan dalam pertemuannya dengan Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, di sela-sela Pertemuan Menteri Perhubungan ASEAN ke-31 yang berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada 20 November 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Sekjen ASEAN mengucapkan selamat kepada Timor-Leste atas keanggotaannya sebagai Anggota ASEAN ke-11 dan menyampaikan apresiasi atas pengajuan instrumen aksesi terhadap perjanjian-perjanjian utama di bidang transportasi udara ASEAN.
Ia menegaskan kembali bahwa ASEAN akan terus mendukung langkah Timor-Leste untuk berintegrasi penuh ke dalam Pasar Penerbangan Tunggal ASEAN serta membantu persiapan partisipasinya dalam Perjanjian Layanan Udara Mitra Dialog ASEAN. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas regional dan internasional Timor-Leste.
Kao Kim Hourn juga menyoroti pentingnya Rencana Sektoral Transportasi ASEAN (ATSP) 2026-2030 yang baru, yang akan menjadi pedoman dalam mendorong pembangunan kawasan yang berkelanjutan, tangguh, dan saling terhubung.
Rencana tersebut mendukung implementasi Rencana Strategis Komunitas Ekonomi ASEAN 2026-2030 dan berkontribusi pada pencapaian Visi Komunitas ASEAN 2045.
Ia menekankan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara Negara-Negara Anggota ASEAN dan Mitra Wicara agar sektor transportasi tetap menjadi pendorong utama integrasi regional dan pertumbuhan berkelanjutan.
Untuk diketahui bahwa, Pasar Penerbangan Tunggal ASEAN, juga dikenal sebagai ASEAN Single Aviation Market (ASAM) atau ASEAN Open Sky Agreement, adalah kesepakatan untuk menciptakan pasar penerbangan tunggal di kawasan Asia Tenggara.
Tujuannya adalah untuk memperluas dan memperdalam integrasi sektor penerbangan antara negara-negara anggota ASEAN dengan membebaskan arus perjalanan udara, perdagangan, investasi, dan jasa di antara mereka. Kebijakan ini mencakup penghapusan pembatasan hak lalu lintas udara dan liberalisasi penuh jasa kargo udara.
Reporte : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




