iklan

KESEHATAN

Cegah rabies, Kemenkes – WHO beri pelatihan pada 500 tenaga kesehatan  

Cegah rabies, Kemenkes – WHO beri pelatihan pada 500 tenaga kesehatan  

Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Satuan Tugas Nasional Rabies WHO dan para mitra terkait memberikan pelatihan bagi 500 tenaga kesehatan dan dokter hewan. Foto WHO

DILI, 06 November 2025 (TATOLI)– Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bekerjasama dengan Satuan Tugas Nasional Rabies WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), dan para mitra terkait telah menyelesaikan pelatihan bagi 500 tenaga kesehatan dan dokter hewan dari seluruh wilayah Timor-Leste untuk meningkatkan pengelolaan, pencegahan  dan pengendalian rabies.

Dalam  siaran pers yang diakses  Tatoli, pelatihan telah dilaksanakan pada 21 – 29 Oktober lalu di Dili yang berfokus pada pengembangan kapasitas yang seragam di semua tingkat sistem kesehatan terkait Pedoman Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Kasus Rabies pada Manusia di Timor-Leste.

Berdasarkan data sejak pendeteksi awal tahun lalu terdapat 22 orang yang meninggal di Timor-Leste, 21 di antaranya terjadi pada tahun 2025 saja.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan penerapan pedoman nasional dan praktik standar pencegahan dan pengendalian rabies yang seragam di semua kotamadya, sehingga ketika korban gigitan anjing tiba, semua tenaga kesehatan tahu apa yang harus dilakukan,” demikian tulis siaran pers tersebut.

Perwakilan WHO di TL, Arvind Mathur, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut mencakup topik penting seperti cara mengklasifikasikan kasus paparan gigitan, cara membersihkan dan merawat luka, cara memberikan imunoglobulin rabies (RIG) dan vaksin, serta cara menggunakan alat pengawasan digital seperti Sistem Informasi Kesehatan Timor-Leste (TLHIS) dan Penyaringan Kasus Terpadu (ICBS).

“Upaya ini mendukung Rencana Strategis Nasional Pemberantasan Rabies, yang disusun oleh Kemenkes dan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF), dengan dukungan dari WHO, WOAH (World Organisation for Animal Health), DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade), dan DAFF (Department of Agriculture, Fisheries and Forestry). Rencana ini mengikuti pendekatan ‘Satu Kesehatan’ dan bertujuan untuk mengakhiri rabies pada manusia yang disebabkan oleh anjing pada tahun 2030,” ujar Arvind Mathur.

Selama pelatihan, para peserta membahas tantangan-tantangan seperti cara menangani luka gigitan, cara memberikan RIG pada bagian tubuh yang sulit dilihat, dan apa yang harus dilakukan ketika jadwal vaksinasi terganggu.

Selain pelatihan, kesadaran masyarakat juga penting. Pada awal September dan Oktober, Kemenkes dan WHO melakukan kegiatan Komunikasi Risiko dan Keterlibatan Masyarakat di Bobonaro dan Oecusse. Putaran berikutnya di Covalima dan Ermera akan diadakan pada awal November dan akan menjangkau lebih dari 9.000 siswa di 26 sekolah, mengajarkan mereka cara menghindari gigitan anjing dan segera mencari pertolongan medis.

Reporter  : Mirandolina Barros Soarres

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!